MAHAKAMA – Ijazah di tangan belum tentu menjamin pekerjaan. Harapan masa depan kini terganjal persaingan dan revolusi mesin. Lapangan kerja menyempit, Gen Z menghadapi tantangan terberat.
Fenomena Generasi Z (Gen Z) sulit mendapat pekerjaan merupakan tantangan nyata. Dilansir CNBC (26/9/2025), Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, mengakui kondisi ini. Powell memperingatkan banyak lulusan baru sulit mendapat pekerjaan secara langsung. Powell menyampaikan hal ini setelah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
Pasar Kerja Suram dan Ancaman AI
Powell menjelaskan lingkungan kerja saat ini tidak kondusif. Ia menyebut tingkat PHK rendah dan tingkat perekrutan juga rendah. “Anak-anak baru lulus kuliah dan kaum muda kesulitan mencari pekerjaan,” kata Powell.
Laporan ketenagakerjaan terbaru menunjukkan kondisi pasar kerja sedang suram. Kepala Ekonom Apollo Global Management, Torsten Slok, mencatat tren menarik. Tingkat pengangguran justru menurun untuk fresh graduate perempuan. Namun, tingkat pengangguran meningkat untuk fresh graduate laki-laki.
Powell sendiri memprediksi 50 persen pekerjaan kerah putih (kantoran) bisa hilang. Dia menyebut revolusi industri keempat menciptakan banyak posisi baru. Tetapi, revolusi ini juga mengambil posisi menengah. Powell menguatkan prediksi tersebut dengan ancaman AI. “AI awalnya akan menggantikan banyak pekerjaan, alih-alih menambah tenaga kerja manusia,” ujar Powell.
“Bekas Luka Permanen” bagi Ekonomi
Nasib Gen Z yang menganggur menciptakan konsekuensi jangka panjang. Dampaknya bukan hanya bagi rumah tangga individu, tetapi juga bagi ekonomi luas.
Penelitian menunjukkan kesulitan saat memasuki pasar kerja bisa menurunkan pendapatan seumur hidup. Ini juga menunda kepemilikan rumah dan menghambat kemandirian finansial. Dampak ini terasa terutama bagi mereka yang menghadapi hambatan sistemik.
Para akademisi telah mempelajari efek kemerosotan ekonomi ini selama beberapa dekade. Profesor Harvard, David Ellwood, memperkenalkan istilah “bekas luka permanen” pada tahun 1982. Penelitian lain juga berpendapat pengangguran berdampak besar pada karier seseorang. Olivier Blanchard dan Larry Summers menyebut dampaknya terasa bertahun-tahun mendatang. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin