By admin
09.12.25

Tantangan Disrupsi Digital, Nabil Husien Bicara Pilar Kebangsaan di Hadapan Mahasiwa Untag Samarinda

Suasana Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh Anggota DPR RI Nabil Husien Said Amin di Kampus Universitas 17 Agustus 45 (Untag) Samarinda pada Senin (8/12/2025).

SAMARINDA – Anggota Komisi III DPR RI, Nabil Husien Said Amin Alrasydi menekankan pentingnya penguatan ideologi bangsa di kalangan generasi muda.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Kampus Universitas 17 Agustus 45 (Untag) Samarinda pada Senin (8/12/2025).

Acara yang dihadiri oleh sedikitnya 150 mahasiswa dari Fakultas Hukum Untag Samarinda ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman hidup di tengah tantangan zaman.

Dalam penyampaiannya, Nabil Husien menegaskan bahwa pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan tidak boleh berhenti pada tahap hafalan, melainkan harus diimplementasikan dalam tindakan nyata.
“Empat pilar kebangsaan bukan sekadar hafalan di atas kertas, melainkan fondasi hidup bagi adik-adik mahasiswa. Di tengah arus globalisasi yang begitu kencang, saya ingin mahasiswa di Samarinda menjadi benteng kokoh yang menjaga identitas bangsa dan tidak mudah terprovokasi oleh ideologi yang memecah belah,” ujar Nabil.

Kegiatan sosialisasi ini dibagi menjadi dua sesi materi yang menghadirkan narasumber berkompeten
Untuk memperdalam pemahaman peserta, dalam kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari salah satu dosen Fakultas Hukum Untag Samarinda, Dr Andi Indrawati. Dalam pemaparannyaAndi menyinggung peran gerakan intelektual organisasi mahasiswa sebagai kontrol sosial.

Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak menjadi “menara gading” atau eksklusif dan jauh dari realitas sosial.
“Melalui organisasi, kalian harus mengasah kepekaan intelektual untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Jadilah penyambung lidah rakyat yang kritis namun tetap solutif,” pesan Andi.

Dilanjutkan sesi kedua, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Abdurrahman Amin, atau akrab disapa Rahman, menyoroti tantangan Gen-Z di dunia maya. Ia menekankan bahwa nasionalisme saat ini juga tercermin dari etika bermedia sosial.

“Nasionalisme hari ini diuji melalui jempol di layar ponsel. Jangan biarkan identitas intelektual luntur hanya karena mengejar viralitas. Gunakan ruang digital untuk menyebarkan narasi positif dan edukatif,” tegas Rahman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Untag 45 Samarinda mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa, baik di dunia nyata maupun di ruang digital, dengan tetap mengedepankan sikap kritis dan intelektualitas. (*)

Trending