By admin
09.03.26

Nabil Husien Mengajak Anak Muda Kembali Memupuk Semangat Patriotisme

Anggota MPR/DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Timur, Nabil Husien Said Amin menyapa konstituennya dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi 4 Pilar pada Selasa, 10 Februari 2026.

SAMARINDA. Anggota MPR/DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Timur, Nabil Husien Said Amin kembali menyapa konstituennya dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi 4 Pilar. Acara ini digelar pada Selasa, 10 Februari 2026 di Balai Lansia PW Aisyiyah Kaltim, Jalan Siradj Salman, Samarinda, pukul 09.00 hingga 12.00 Wita.


Di hadapan para peserta yang hadir, Nabil Husien kembali mengingatkan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa. Ia menekankan bahwakeberlangsungan suatu negara sangat bergantung pada pemahaman nilai-nilai kebangsaan yang kuat dalam menyongsong masa depan.


Karena itu, kata Anggota Fraksi NasDem DPR RI ini berharap kegiatan Sosialisasi 4 Pilar menjadi bagian penting untuk merefleksikan kembali peran warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


“Sosialisasi 4 Pilar ini jangan dimaknai sebagai kegiatan seremonial belaka untuk menggugurkan fungsi konstitusi yang melekat kepada kami sebagai legislator. Lebih dari itu, kegiatan ini sebenarnya untuk menegaskan bahwa kami memang peduli terhadap kemajuan masyarakat. Di awali dengan kembali memupuk semangat patriotisme melalui kegiatan penyadaran Sosialisasi 4 Pilar ini,” ungkap Nabil Husien yang juga merupakan Anggota Komisi III DPR RI.


Dalam pemaparannya, Nabil menjelaskan bahwa Pancasila sebagai pilar pertama adalah filter utama bagi bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial yang terkandung di dalamnya harus menjadi pedoman moral bagi setiap individu agar tidak mudah terombang-ambing oleh ideologi asing yang bertentangan dengan jati diri bangsa.


Selanjutnya, ia menyoroti peran UUD NKRI Tahun 1945 sebagai konstitusi yang menjamin hak-hak asasi setiap warga negara tanpa terkecuali. Nabil menegaskan bahwa pemahamanakan konstitusi ini sangat krusial agar masyarakat tahu batasan hak dan kewajiban mereka dalam negara hukum, sehingga tercipta ketertiban sosial yang harmonis dan demokratis.


Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk terus merawat Bhinneka Tunggal Ika sebagairealitas sekaligus kekuatan bangsa. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Indonesia, semangat toleransi dan gotong royong harus tetap diutamakan. Menurutnya, perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang apabila dikelola dengan bijak akan menjadikan Indonesia bangsa yang disegani dunia.


Terakhir, Nabil Husien menegaskan bahwa NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah harga mati yang harus dijaga kedaulatannya. Ia mengajak seluruh peserta untuk menanamkan rasa cinta tanah air yang mendalam, karena stabilitas nasional hanya bisa terjaga jika seluruh rakyatnya memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap keutuhan wilayah dan persatuan bangsa.


Ia juga menambahkan bahwa sistem demokrasi konstitusional di Indonesia harus terus diperkuat melalui pengamalan 4 Pilar tersebut. Menurutnya, hukum yang adil akan berfungsi dengan penuh jika didasari oleh moralitas dan kesadaran hukum di tengah masyarakat demi pengayoman yang lebih baik dan terbaik.
Kegiatan ini sendiri diikuti lebih dari 150 mahasiswa yang tergabung dari berbagai perguruan tinggi di Kota Samarinda. (*/nha)

Trending