By admin
10.12.25

Nabil Husien Ajak Pelajar Perkuat Nilai Kebangsaan di Tengah Gempuran Media Sosial

Abdurrahman Amin di acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang berlangsung di ruang serba guna, SMA 9, Lempake, Samarinda Utara pada Selasa (9/12/2025) siang.

SAMARINDA – Anggota Komisi III DPR RI, Nabil Husien Said Amin Alrasydi menekankan pentingnya menjaga kedaulatan bangsa di tengah derasnya arus digitalisasi.
Hal ini disampaikannya dalam agenda Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang berlangsung di ruang serba guna, SMA 9, Lempake, Samarinda Utara pada Selasa (9/12/2025) siang.

Kegiatan ini menghadirkan Abdurrahman Amin, S.E., M.Kom, yang juga Ketua PWI Kaltim, sebagai narasumber yang membedah secara mendalam tantangan nasionalisme di era modern.

Dalam sambutannya, Nabil Husien menegaskan bahwa pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus bertransformasi menjadi aksi nyata, terutama di jagat maya.

“4 Pilar Kebangsaan bukan sekadar hafalan, melainkan tameng utama kita dalam menjaga kedaulatan bangsa di ruang digital. Saya ingin warga Samarinda, terutama generasi muda, menjadi pengguna internet yang cerdas namun tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila,” tegas politisi asal Kaltim tersebut.

Senada dengan hal tersebut, Abdurrahman Amin atau yang akrab disapa Rahman, memaparkan bahwa ancaman terhadap keutuhan bangsa saat ini telah berubah bentuk. Jika dulu perjuangan bersifat fisik, kini medan tempurnya beralih ke ranah digital.

“Tantangan nasionalisme hari ini tidak lagi berupa serangan fisik, melainkan serangan ideologi melalui algoritma dan konten negatif,” ujar Rahman.

Ia menambahkan bahwa rendahnya literasi kebangsaan di media sosial dapat memicu perpecahan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih produktif dalam menyebarkan konten positif.

“Digitalisasi harus kita isi dengan narasi persatuan, bukan justru menjadi ladang perpecahan karena kurangnya literasi kebangsaan,” imbuhnya.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan warga Samarinda mampu menyaring informasi dengan bijak dan tetap mengedepankan etika serta semangat persatuan dalam berinteraksi di ruang siber. (*)

Trending