Mahakama.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengutuk serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara. Insiden ini menyebabkan sejumlah orang mengalami luka dan merusak pasokan medis yang baru saja tiba di rumah sakit tersebut. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan, “WHO mengecam serangan pagi ini di Rumah Sakit Kamal Adwan,” dalam sebuah unggahan di platform X, seperti yang dilaporkan oleh AFP pada Jumat (1/11).
Dampak Serangan Terhadap Staf dan Pasokan Kesehatan
Tedros menjelaskan bahwa serangan tersebut mengakibatkan cedera pada beberapa anggota staf rumah sakit dan menghantam ruang penyimpanan pasokan WHO. “Pasokan tersebut dibawa melalui misi yang kompleks. Selain itu, serangan ini juga menargetkan stasiun desalinasi dan tangki air di atas rumah sakit,” ujarnya. Ia menekankan, “Rumah sakit ini hampir tidak berfungsi sejak serangan terakhir. Insiden terbaru ini mengancam nyawa pasien.”
Situasi Kemanusiaan yang Mengkhawatirkan
Tedros juga menyoroti kondisi kesehatan di Gaza utara yang sangat memprihatinkan, meminta semua pihak untuk melindungi rumah sakit dan mematuhi hukum humaniter internasional. Badan kemanusiaan PBB, OCHA, melaporkan bahwa lantai tiga rumah sakit tersebut terkena serangan, yang menyebabkan hilangnya pasokan medis yang baru dikirim lima hari sebelumnya.
MSF Suarakan Keprihatinan atas Penahanan Petugas Medis

Di sisi lain, Doctors Without Borders (MSF) mengungkapkan keprihatinan terkait salah satu petugas medisnya yang ditahan oleh pasukan Israel di Kamal Adwan. MSF mengonfirmasi bahwa Dr. Mohammed Obeid, seorang dokter bedah ortopedi, ditahan bersama beberapa staf medis lainnya. “Kami sangat khawatir atas penahanan rekan kami. Dr. Obeid telah bekerja tanpa lelah sejak awal konflik, memberikan dukungan sebagai dokter di berbagai rumah sakit di Gaza. Pekerjaannya telah menyelamatkan banyak nyawa,” ungkap MSF dalam sebuah pernyataan resmi. (net/ra)