By admin
10.02.23

Teror Kasus Campak, Dewan Minta Pemkot Samarinda Segera Ambil Tindakan

Ahmat Sopian, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda.

Mahakama.co.id – Kasus campak di Kaltim mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mencatat adanya temuan 95 kasus suspek campak.

Menurut Kepala Dinkes Kaltim dr Jaya Mualimin, dalam tiga bulan terakhir telah terjadi kasus campak pada sejumlah wilayah. Khususnya pada pekan kedua ini meningkat dari 19 kasus suspek menjadi 95 kasus suspek.

Padahal pelaksanaan vaksinasi campak di sejumlah wilayah sudah terlaksana dengan baik, khususnya bagi para balita. “Cakupan vaksinasi campak di Kaltim sudah di atas 80 persen,” terangnya.

Ke-95 suspek itu ditemukan di berbagai kabupaten/kota di Kaltim. Samarinda mencatat angka terbanyak yaitu 40 kasus suspek, diikuti Kutai Timur (Kutim) dengan 20 kasus suspek.

Menanggapi kabar tersebut, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Ahmat Sopian meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera menangani kasus campak.

Salah satunya menggencarkan program imunisasi campak agar kasus campak menurun.

Sebab, kata Ahmat Sopian, berdasarkan data Dinas Kesehatan Samarinda, awal tahun ini kasus campak di sudah mencapai 51 orang. Kasus campak itu tersebar di 23 kelurahan.

“Penyakit campak ini kan bisa dicegah dengan imunisasi. Jadi, saya harap Pemkot bisa menggencarkan program imunisasi untuk menurunkan kasus campak di Samarinda,” ujarnya, Jumat (10/2/2023).

Ahmat Sopian berharap Pemkot Samarinda bisa memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat terhadap program imunisasi tersebut.

“Jangan sampai tunggu sudah sakit, baru sibuk mempersiapkan cara mengantasinya. Ini yang perlu kita sampaikan ke masyarakat, agar mereka bisa diberikan wawasan terhadap imunisasi campak,” pungkasnya. (advertorial)

Trending