By admin
09.06.23

Tambah 1 Kapal LCT, Upaya Lancarkan Alternatif Penyebrangan Tanjung Redeb ke Sambaliung

Satu Unit Kapal LCT akan ditambah untuk roda dua (IST)
Satu Unit Kapal LCT akan ditambah untuk roda dua (IST)

MAHAKAMA.CO.ID – Tim dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau telah meninjau dua lokasi yang dijadikan titik penyebrangan.

Upaya untuk memperlancar aktivitas penyeberangan alternatif dari Tanjung Redeb-Sambaliung dan sebaliknya terus dilakukan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPUPR Pera Kaltim Perbaikan Jembatan Sambaliung, I Nyoman Suardika, mengatakan bahwa pihaknya bersama DPUPR Berau telah meninjau lokasi penyeberangan untuk penambahan LCT.

“Untuk sisi Sambaliung titik penyeberangan berada di Gang Satria, RT 22, Seramut. Sementara sisi Tanjung Redeb di Jalan Perjuangan, Gunung Panjang. Kedua lokasi ini dinilai paling tepat, sebab tepi sungai layak untuk ditambatkan kapal LCT,” katanya, Jum’at (9/06/2023).

Sementara Kapal LCT, lanjut Nyoman, saat ini dalam perjalanan dan diperkirakan tiba di Berau besok, pada 10 Juni 2023.

“Informasinya hari ini, sudah berada di perairan Sangkulirang, Kutai Timur. Perkiraan tiba Sabtu atau Minggu,” imbunya.

Sebelumnya, kata Nyoman, Pemkab Berau telah menerjunkan speedboat milik OPD terkait untuk angkutan orang.

“Dalam waktu dekat, akan ada tambahan 1 unit kapal LCT dan tambahan titik penyeberangan,” sebutnya

Dirinya melanjutkan, tambahan LCT tersebut, dikhususkan untuk mengangkut kendaraan roda dua yang ingin menyeberang dari Tanjung Redeb- Sambaliung ataupun sebaliknya.

“Beberapa kali pertemuan, salah satu yang dievaluasi kurangnya armada untuk angkutan roda dua. Karena itu kita tambah 1 unit LCT untuk roda dua,” ungkap Nyoman.

Dia berharap, dengan adanya tambahan 1 unit Kapal LCT ini, bisa mengurai antrean penyeberangan yang ada di Dermaga Sanggam dan Sambaliung. Sehingga penyeberangan roda dua berjalan lancar.

“Ini untuk mendukung lancarnya arus penyeberangan agar tidak terpusat di satu titik yang ada saat ini,” tuturnya.

Selain itu, Nyoman juga menyampaikan, sebelum penyeberangan alternatif ini difungsikan, ada beberapa perbaikan minor yang akan dikerjakan oleh DPUPR Berau, sambil menunggu kedatangan kapal tersebut.

“Di sisi Sambaliung ada sedikit perbaikan jalan. Intinya kita juga masih persiapkan matang-matang lokasi penyeberangan,” tandasnya.(advertorial)

Trending