
MAHAKAMA.CO.ID – Perjalanan darat menuju Utara Kalimantan Timur (Kaltim), yang berbatasan dengan Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Barat (Kalbar) masih banyak rintangan yaitu masyarakat pengguna jalan itu harus berjibaku dengan jalan rusak bergelombang, dan berlumpur.
Menjadi perhatian khusus saat ini, adalah akses jalan dari Kutai Barat (Kubar) menuju Mahakam Ulu (Mahulu). Warga di dua kabupaten tersebut kerap mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah itu.
Diketahui, Mahulu yang telah berpisah dari Kubar sekitar 10 tahun lalu, hingga sekarang pembangunan jalan berjalan lambat. Karena beberapa faktor yang menjadi penghambat membuat jalan baru. Seperti akses yang minim dan kondisi cuaca yang sering hujan.
Menyoroti hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) kaltim telah mengalokasikan dana Rp 100 miliar untuk pembangunan jalan dari Tering, Ujoh Bilang, Long Bagun hingga Long Pahangai.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim Hariadi Purwatmoko, menyampaikan targetnya, ada 260 kilometer yang bisa tembus. Dengan ruas sepanjang itu, fisik jalan tak bisa semua dibeton. Jalan akan dilebarkan atau dipapas kecuramannya. Dengan mengoptimalkan material lokal. Dan ada titik tertentu yang dibeton.
Di sisi lain, pekan lalu Pemprov Kaltim juga memastikan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 840 miliar untuk rekonstruksi jalan di ruas-ruas jalan provinsi.
“Ditargetkan sepanjang 67 kilometer tahun ini. Beberapa ruas jalan tersebut antara lain ruas Simpang Patung Lembuswana-Sebulu, Simpang 4 Kaliorang-Talisayan, dan Tanjung Redeb-Talisayan,” ujarnya, Senin (22/05/2023).
“Targetnya adalah untuk meningkatkan kemantapan jalan provinsi dari 77,5 persen di akhir 2022 menjadi sekitar 82 persen di akhir 2023,” ungkapnya.
Sementara untuk kondisi jalan nasional di Kaltim belum sepenuhnya mulus. Dari panjang jalan nasional di Kaltim tahun 2022 sepanjang 1.806,76 kilometer (km), 84,72 persen disebut sudah mantap dan yang tidak mantap mencapai 15,38 persen. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim tahun 2022 pun menyebut sepanjang 315 kilometer jalan nasional rusak.
Untuk diketahui, tahun ini, anggaran pembangunan jalan di Kaltim meningkat sekitar Rp 300 miliar. Dari total anggaran yang teralokasikan oleh Kementerian PUPR sebesar Rp 1,8 triliun.
“Di mana dibandingkan pada 2022 lalu, Kaltim hanya kebagian anggaran infrastruktur jalan sebesar Rp 1,5 triliun,” pungkasnya.(advertorial)