By admin
12.06.23

Sisir Sejumlah Pantai di Kaltim, DLH Kaltim Ingatkan Target Pengurangan Sampah hingga 30 Persen

Rapat penyampaian hasil penelusuran pantai oleh Dinas Lingkungan Hidup Kaltim di tujuh kabupaten kota di Kaltim
Rapat penyampaian hasil penelusuran pantai oleh Dinas Lingkungan Hidup Kaltim di tujuh kabupaten kota di Kaltim

MAHAKAMA.CO.ID – Pemantaun Sampah di kawasan pesisir dan laut untuk periode I baru saja dirampungkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan ini memang menjadi agenda utama dengan menyisir tujuh kabupaten kota di wilayah Kaltim.

Kegiatan ini juga menjadi hasil kolaborasi dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Mulawarman. Dalam rapat penyampaiannya hasilnya pada Senin (12/6/2023), dibuka oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Rina Juliati, diingatkan kembali bahwa hingga saat ini Indonesia ternyata merupakan salah satu negara yang menyumbang banyak sampah plastik. Tak heran tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023 ini yaitu Beat Plastic Poution, “Sehingga kita semua bersama para stakeholder perlu untuk menyikapinya dengan cara menanggulangi sampah plastik tersebut mulai dari sumber hingga ke laut,” ungkap Rina.

Dipaparkan pada kegiatan ini, seluruh pemerintah daerah telah menyusun Jakstrada tahun 2020-2025. Sehingga pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat.

“Mengingat di tahun 2025 target pengurangan sampah 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen dapat dicapai yang tentunya hal tersebut akan mengurangi jumlah sampah di laut,” sebutnya.

Saat ini dari DLH Kaltim telah menyisir sejumlah pantai yang berada di Kaltim, diantaranya berada di Kabupaten Penajam Paser Utara yaitu pantai Tanjung Jumlai dan Pantai Istana Amal, kemudian Kota Balikpapan di Pantai Monpera dan Pantai Lamaru, serta Kota Bontang pada Pantai Beras Basah dan Pantai Marina, sampah didominasi oleh sampah plastik jenis botol atau wadah bekas makanan dan minuman.

Untuk sumber sampah, hasil pemantauan pada pantai Pantai Tanjung Jumlai dan Pantai Istana Amal PPU diduga berasal dari Mainland dan Teluk Balikpapan. Untuk Pantai Beras Basah dan Pantai Marina Bontang, sampah laut berasal dari arah Tenggara yaitu Selat Makassar dan dugaan dari teresterial yang disebabkan oleh dinamika pasang serta diduga berasal dari aktifitas domestik dari pemukiman.

Dan dari pemantauan yang dilakukan di Pantai Monpera dan Pantai Lamaru Balikpapan, sampah laut diduga berasal dari pertemuan pergerakan pasang surut dari Teluk Balikpapan dan pembelokan arus dari arah Timur Laut, (Delta Mahakam).

“Kesimpulannya, saat ini kita memerlukan kolaborasi berbagai pihak mulai dari pemuka masyarakat setempat hingga perangkat dinas terkait, serta produsen untuk lebih peduli terhadap lingkungan, perusahaan dan yang terpenting yaitu perlunya merubah perilaku masyarakat menjadi peduli terhadap sampahnya mulai dari rumah,” pungkasnya. (advetorial)

Trending