Mahakama.co.id – Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, di Ashgabat, Turkmenistan, untuk membahas berbagai aspek kerja sama antara kedua negara. Dalam pertemuan ini, kedua pemimpin menekankan pentingnya mempercepat hubungan bilateral sebagai respons terhadap sanksi dari negara-negara Barat. Pezeshkian mengungkapkan komitmennya untuk mempererat kerjasama dengan Rusia, terutama dalam menghadapi tantangan geopolitik saat ini
Kerja Sama yang Berkembang
Pezeshkian mencatat bahwa posisi Iran dan Rusia di kancah internasional semakin mendekat, menciptakan peluang untuk saling mendukung. Putin menambahkan bahwa kerja sama kedua negara sudah meluas di banyak bidang, dan pandangan mereka tentang berbagai isu global sering kali sejalan. Hal ini diharapkan dapat menguatkan posisi kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan
Kesepakatan Strategis di Depan Mata
Kedua pemimpin juga membahas kemungkinan penandatanganan perjanjian kemitraan strategis yang dijadwalkan akan diselesaikan pada pertemuan puncak BRICS di Rusia pada akhir Oktober 2024. Kerja sama ini diyakini dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas dan keamanan di kawasan, serta memperkuat ekonomi kedua negara
Sikap Terhadap Israel

Dalam konteks yang lebih luas, Pezeshkian mengkritik tindakan Israel di Timur Tengah, yang dinilai mendukung pembunuhan warga sipil. Putin juga menyatakan keprihatinan serupa, menyebutkan bahwa Rusia dan Iran memiliki pandangan yang serupa terkait perlunya menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut
Dengan berbagai langkah ini, Rusia dan Iran berupaya mengukuhkan posisi mereka sebagai kekuatan regional yang saling mendukung dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. (net/ra)