Mahakama.co.id – Pemerintahan Prabowo Subianto telah merencanakan program ambisius yang bertujuan membangun 3 juta rumah setiap tahun. Inisiatif ini menjadi fokus utama dalam sektor perumahan dan properti, dengan harapan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi setidaknya 8 persen per tahun.
Rincian Program 3 Juta Rumah
Program ini akan mencakup pembangunan 1 juta unit rumah di kawasan perkotaan dan 2 juta unit di pedesaan, yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Mengatasi Kemiskinan Melalui Sektor Perumahan
Bonny Z Minang, anggota Tim Satgas Perumahan, menekankan bahwa program ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Ia menyatakan, “Program prioritas Pak Prabowo ini akan mengandalkan sektor perumahan sebagai salah satu instrumen utama.” Bonny menambahkan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat menghasilkan efek berantai yang positif, seperti menciptakan lapangan kerja dan memperbaiki perputaran ekonomi di daerah.
Usulan Skema KPR Subsidi dari BTN

PT Bank Tabungan Negara (BTN) juga telah mengajukan tiga skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi untuk mendukung pelaksanaan program ini. Skema pertama berfokus pada pembangunan atau renovasi 2 juta rumah di desa yang tidak layak huni. Skema kedua dirancang untuk masyarakat berpenghasilan rendah, mirip dengan program sebelumnya, namun dengan penyesuaian pada jumlah bantuan. Skema terakhir adalah untuk rumah urban yang ditargetkan bagi masyarakat dengan penghasilan antara Rp12 juta hingga Rp15 juta per bulan. (net/ra)