Mahakama.co.id – Sebuah perusahaan internasional menjadi korban peretasan setelah secara tidak sengaja merekrut hacker asal Korea Utara sebagai pegawai IT. Dengan memalsukan identitas dan riwayat pekerjaan, hacker tersebut dipekerjakan secara remote dan diberi akses ke jaringan perusahaan
Pencurian Data dan Pemerasan
Selama bekerja, hacker itu mencuri data penting dan meminta tebusan dalam bentuk kripto. Setelah dipecat karena kinerja buruk, dia mengirim email ancaman akan menyebarkan data jika tebusan tidak dibayar.
Ancaman yang Terus Meningkat

Menurut Secureworks, modus ini adalah bagian dari tren yang meningkat di kalangan hacker Korut, di mana mereka tak hanya mengejar gaji tetap, tetapi juga keuntungan besar melalui pemerasan data. (net/ra)