
Mahakama.co.id – Anggota Komisi II DPRD Samarinda Novi Marinda Putri layangkan kritik terhadap pelayanan Perumdam Tirta Kencana.
Menurut Novi, hingga saat ini kinerja Perumdam Tirta Kencana belum maksimal lantaran perusahaan air bersih milik daerah ini belum sepenuhnya bisa memfasilitasi kebutuhan masyarakat.
Di Loa Buah contohnya, legislator dapil Sungai Kunjang itu mendapati keluhan masyarakat yang mana selama bertahun-tahun warga belum pernah merasakan layanan air bersih.Kemudian di Palaran, sebut Novi, warganya justru membeli air bersih dari perusahaan swasta.
“Jadi indikator pelayanan yang menurut mereka berhasil itu yang bagaimana ?,” tanyanya, Jumat (10/2/2023).
Selain itu Novi menyebut, seharusnya 2023 ini kualitas air bersih yang diproduksi oleh Perumdam Tirta Kencana sudah sampai pada tahap layak konsumsi.
“Harus sesuai dengan namanya “Perumdam” artinya perusahaan umum daerah air minum. Tapi gak bisa diminum. Dipakai cuci piring atau mandi aja masih kuning,” ucapnya.
Sebab itu, Novi mendorong agar Perumdam Tirta Kencana harus bekerja profesional dan berorientasi pada keuntungan.
“Walaupun namanya perusahaan daerah, yang ada embel-embel daerahnya. Tetap harus kreatif dan gak bergantung. Manajemen keuangannya tidak usah lagi ngeluh tiap saat kalau kekurangan anggaran,” terangnya.
Kalau kinerjanya bagus ya tidak apa-apa (minta suntikan dana dari APBD). Kalau buruk bagaimana? Yang ada ya daerah juga yang rugi,” pungkasnya. (advertorial)