DI RAK pendingin supermarket, seringkali kita dihadapkan pada dilema putih. Memilih susu bukan sekadar soal rasa, tetapi juga mempertimbangkan kesehatan jangka panjang.
Selain kopi dan teh, susu menjadi salah satu pilihan minuman harian yang kaya nutrisi. Dalam mengonsumsi susu, orang tidak hanya mempertimbangkan pilihan rasa tetapi juga jenis susu. Umumnya, ada tiga jenis susu: full cream (whole milk), low fat (rendah lemak), dan skim (bebas lemak). Satu elemen utama yang membedakan ketiganya adalah kandungan lemak.
Adu Kandungan Lemak dan Vitamin
Perdebatan mengenai mana yang lebih sehat, full cream atau low fat, terus berlanjut. Sebagian orang menganggap susu full cream lebih sehat sebab mempertahankan seluruh lemak pada susu. Lemak tersebut dapat memenuhi kebutuhan lemak tubuh. Sebaliknya, ada yang menganggap susu low fat lebih sehat karena rendah lemak. Mereka yakin susu low fat tidak berisiko menaikkan berat badan.
Melansir dari Medical News Today, perbandingannya cukup jelas. Dalam 246 gram susu full cream mengandung 7,97 gram lemak. Sementara itu, susu low fat hanya mengandung 2,34 gram lemak. Kandungan lemak jenuh pada susu full cream mencapai 4,63 gram, jauh lebih tinggi daripada susu low fat yang hanya 1,4 gram. Meskipun demikian, susu full cream mengandung lebih tinggi vitamin larut lemak seperti vitamin A dan D daripada susu low fat yang tidak difortifikasi.
Efek Netral dan Batasan Konsumsi
Sejumlah pedoman nutrisi menyarankan pembatasan produk susu full cream. Sebab, sebagian besar kandungan lemaknya adalah lemak jenuh. Kelebihan asupan lemak jenuh dapat mendatangkan masalah kesehatan. Masalah ini meliputi penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung.
Sapna Batheja, profesor madya studi pangan dan nutrisi di George Mason University, memberi pandangan berbeda. Ia mengutip Everyday Health. Ia mengatakan, beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa produk susu baik rendah lemak maupun penuh lemak bisa memiliki efek netral terhadap kardiovaskular. Namun, ini berlaku jika konsumennya dalam jumlah sedang.
Batheja menambahkan bahwa manfaat ini masih dipelajari. Akan tetapi, kandungan kalori dan lemak jenuh yang tinggi pada susu full cream mungkin tidak ideal bagi semua orang.
Pilihan antara susu full cream dan low fat bergantung pada kebutuhan tubuh dan riwayat kesehatan masing-masing individu. Memahami kandungan lemak jenuh menjadi kunci untuk mengambil keputusan yang seimbang dan menjaga kesehatan jantung Anda.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin