Mahakama.co.id – Laut Kaspia, yang dikenal sebagai danau terbesar di dunia, mengalami perubahan signifikan yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan. Dalam satu dekade terakhir, garis pantai yang biasanya dikelilingi perairan biru kehijauan kini mengalami pengeringan.
Meskipun disebut sebagai laut, Laut Kaspia sebenarnya adalah danau besar yang garis pantainya melingkar sepanjang lebih dari 6.437 kilometer. Danau ini terletak di antara lima negara: Kazakhstan, Iran, Azerbaijan, Rusia, dan Turkmenistan. Negara-negara ini bergantung pada Laut Kaspia untuk berbagai kebutuhan, termasuk perikanan, pertanian, pariwisata, air minum, serta sumber daya minyak dan gas yang sangat dibutuhkan. Selain itu, Laut Kaspia berperan penting dalam memberikan kelembapan dan curah hujan ke wilayah kering di Asia Tengah.
Penyebab Degradasi
Beberapa faktor telah menyebabkan degradasi Laut Kaspia, seperti pembangunan bendungan, polusi, dan krisis iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Berbeda dengan peningkatan permukaan air laut global akibat perubahan iklim, Laut Kaspia justru mengalami peningkatan penguapan yang parah dan curah hujan yang semakin tidak menentu.
Ancaman Terhadap Keberlanjutan
Banyak pakar meragukan apakah danau ini dapat pulih dari kondisi yang semakin memburuk. Azamat Sarsenbayev, seorang aktivis lingkungan di Kazakhstan, mengungkapkan keprihatinan melihat air Laut Kaspia yang surut dengan cepat. Sementara itu, Matthias Prange dari Universitas Bremen di Jerman melaporkan bahwa ketinggian air Laut Kaspia telah mengalami penurunan sejak 1990-an, dengan penurunan signifikan mencapai 152 sentimeter pada tahun 2005. Ia memprediksi bahwa penurunan lebih lanjut dapat mencapai antara 8 hingga 30 meter menjelang akhir abad ini.
Potensi Konflik Geopolitik

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Research Letters pada tahun 2021 menyebutkan bahwa permukaan air Laut Kaspia berpotensi menurun hingga 30 meter pada tahun 2100. Dalam skenario pemanasan global, perairan di bagian utara Laut Kaspia diperkirakan akan hilang sepenuhnya. Joy Singarayer dari Universitas Reading mengingatkan bahwa perubahan ini dapat memicu ketegangan geopolitik di antara lima negara di sekitar danau, karena mereka akan bersaing memperebutkan sumber daya yang semakin menipis.
Ancaman Terhadap Keberadaan Spesies
Kondisi ini juga mengancam keberadaan satwa liar yang unik di Laut Kaspia. Danau ini menjadi rumah bagi ratusan spesies, termasuk ikan sturgeon liar yang terancam punah dan merupakan salah satu penyumbang utama kaviar dunia. Penurunan permukaan air berdampak pada kadar oksigen di dalam danau, menjadikan masa depan spesies endemik di sana semakin tidak pasti.
Khashayar Javanmardi, seorang fotografer lingkungan yang mendokumentasikan penyusutan Laut Kaspia, menegaskan pentingnya menjaga keberadaan danau terbesar ini, “Semua orang harus menganggapnya sebagai sesuatu yang penting.” (net/ra)