
Mahakama.com – Veridiana Huraq Wang selaku ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) V wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu melakukan interupsi dalam Rapat Paripurna ke-10 Masa Sidang Pertama Tahun 2023. Menurutnya, penutupan Jalan Nusyirwan Ismail oleh warga menghambat aktivitas.
Pasalnya, dari Jalan MT Haryono menuju jalan Teuku Umar Kota Samarinda mengalami kemacetan parah selama hampir satu bulan terakhir.
“Mungkin ada yang merasa, tapi ada juga yang tidak merasakan. Betapa asyiknya melintasi kemacetan jalan di Kantor DPRD Kaltim yang megah dan terhormat ini. Kemacetan sudah berlangsung hampir kurang lebih satu bulan yang disebabkan ditutupnya Jalan Nusyirwan Ismail,” ungkapnya pada Selasa (21/3) lalu.
Politikus PDI Perjuangan telah mencari tahu penyebab terjadinya kemacetan yang luar biasa dikeluhkan masyarakat Samarinda. Selain itu, proses lebih lanjut atas pembebasan lahan masyarakat di jalan tersebut juga ditanyakan Veridiana kepada mitra kerjanya. Yakni Dinas PUPR Kaltim.
“Kami sudah melakukan rapat kerja bersama Dinas PUPR Kaltim terkait keluhan masyarakat terhadap kemacetan yang sangat luar biasa. Selain itu proses pembebasan lahan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut informasi pada saat rapat kerja bersama Dinas PUPR, proses appraisal tengah dilakukan oleh pihak yang terlibat dalam penyelesaian pembebasan lahan ini. Maksud dari proses appraisal, yakni penetapan siapa yang akan dapat ganti rugi.
“Namun, proses itu dilakukan di pengadilan. Karena memang persoalan itu dulu di tingkat kota kemudian dibantu oleh Pemerintah Provinsi Kaltim,” terangnya.
Pada kesempatan itu, ia berharap agar proses penyelesaian ganti rugi yang saat ini tengah berlangsung bisa segera diselesaikan dengan baik dan adil. Mengingat, permasalahan ini sudah sangat lama bertahun-tahun dialami masyarakat yang memiliki lahan dimaksud.
“Proses ganti ruginya sedang berlangsung. Mudah-mudahan bisa dipercepat, karena sudah cukup lama persoalan ganti rugi lahan ini tak kunjung selesai. Ditambah, banyak sekali keluhan-keluhan dari masyarakat terkait macetnya jalan yang ada di MT Haryono,” tegasnya. (tim/adv/DPRDKaltim)