Mahakama.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengumumkan bahwa kementeriannya kini mengadakan apel tiga kali sehari untuk pegawai Komdigi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pengawasan menyusul terungkapnya kasus pegawai yang terlibat memberikan akses pada situs judi online. “Dari pagi kita apel, menyanyikan Indonesia Raya, mengucapkan pakta,” ujar Meutya pada wartawan usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara, Jumat (1/11).
Upaya Meningkatkan Nasionalisme dan Etika
Apel harian ini bertujuan untuk memperkuat semangat nasionalisme pegawai agar tidak tergoda keuntungan dari aktivitas ilegal. Selain apel, Meutya juga menekankan pentingnya penambahan pengawas untuk mencegah celah yang dapat dimanfaatkan. “Kita perbanyak (pengawas) sehingga tidak ada celah, atau paling tidak kita persempit terus celah-celah untuk kejahatan dunia maya termasuk judi online,” ujarnya.
Kasus Pegawai yang Mengamankan Situs Judi Online
Sebelumnya, pihak kepolisian menangkap 11 orang, termasuk pegawai dan staf ahli Komdigi yang terlibat dalam kasus judi online. Salah satu pegawai Komdigi bahkan mengaku membiarkan 1.000 dari total 5.000 situs judi online tetap aktif. Pegawai ini mengamankan situs-situs tersebut dari pemblokiran dan mengaku menerima keuntungan hingga Rp 8,5 juta per situs.
Total Keuntungan Miliaran Rupiah

Pegawai tersebut dilaporkan meraup keuntungan sebesar Rp 8,5 miliar per bulan dari situs-situs yang tidak diblokir. “Dibina 1.000 situs, dijagain, Pak, supaya gak ke blokir,” ungkap pelaku saat ditanyai oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, di Bekasi pada Jumat (1/11). (net/ra)