Mahakama.co.id – Milisi Hamas menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan gencatan senjata dengan Israel di Gaza. Seorang pejabat senior Hamas menyebutkan, kesediaan tersebut tergantung pada komitmen Israel untuk benar-benar mewujudkan gencatan senjata. Di antara beberapa tuntutan Hamas, mereka meminta pertukaran tahanan dan akses bantuan internasional ke Gaza, serta penarikan mundur Israel dari wilayah tersebut.
Peran Mesir Sebagai Mediator
Mesir kini mengambil posisi sebagai mediator antara kedua pihak. Langkah ini diharapkan bisa meredakan konflik yang terus berlanjut di Gaza. Peran Mesir penting dalam upaya ini, dengan harapan bahwa negosiasi dapat mencapai titik temu untuk meminimalisir korban sipil dan memulihkan stabilitas di kawasan.
Respon Israel

Pemerintah Israel menyambut baik inisiatif gencatan senjata ini. Perdana Menteri Israel bahkan menginstruksikan direktur Mossad, David Barnea, untuk meninggalkan Qatar lebih awal demi menghadiri beberapa pertemuan terkait agenda ini. Israel saat ini juga tengah berupaya menghidupkan kembali negosiasi pertukaran tahanan, mengingat dari 251 orang yang disandera Hamas sejak serangan 7 Oktober, masih ada 97 orang yang ditahan di Gaza, dengan 34 lainnya dinyatakan tewas oleh militer Israel. (net/ra)