Mahakama.co.id – Hamas mengutuk keras serangan udara yang menghancurkan sejumlah sekolah di Gaza pada 20 Oktober 2024. Serangan ini menewaskan sejumlah warga sipil, termasuk anak-anak, dan memperburuk kondisi kemanusiaan yang sudah sangat memprihatinkan. Dalam pernyataannya, Hamas menyebut serangan ini sebagai eskalasi baru dari serangan Israel terhadap Gaza.
Israel Melanggar Hukum Internasional
Hamas menuduh Israel sengaja menargetkan infrastruktur sipil, termasuk sekolah, yang seharusnya dilindungi oleh hukum internasional. “Pengeboman ini melanggar aturan internasional yang melindungi sekolah dan fasilitas non-militer,” ujar perwakilan Hamas, menambahkan bahwa ini merupakan upaya Israel untuk memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah.
Desakan dari PBB dan Organisasi Kemanusiaan

Reaksi keras juga datang dari badan-badan internasional dan organisasi kemanusiaan yang mendesak agar segera dihentikan kekerasan ini dan memberikan perlindungan lebih kepada warga sipil. Hingga kini, situasi di Gaza semakin memanas, dan serangan udara terus berlangsung tanpa ada tanda-tanda gencatan senjata. (net/ra)