
MAHAKAMA.CO.ID – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR-PERA) Kaltim Marliana Firnanda, menghadiri pertemuan rutin bulanan DWP Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Etika Pergaulan.
Kegiatan yang digelar DWP BPKAD Kaltim, serius mendukung upaya peningkatan kapasitas para pegawai aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN. Ini terlihat dalam pertemuan rutin bulanan DWP BPKAD Kaltim yang sengaja dirangkai dengan Pelatihan Etika Pergaulan, di Aula Serbaguna Lantai 5 Kantor BPKAD Kaltim, Selasa (27/06/23).
Marliana yang juga menjabat sebagai ketua DPD Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia (IPPRISIA) Kaltim menegaskan, pentingnya melakukan segala aktivitas dari hati.
“Apa yang kita lakukan semua bermula dari hati. Dari hati akan menjadi pikiran, selanjutnya akan menjadi ucapan. Dari ucapan akan menjadi tindakan, dan selanjutnya akan menjadi kebiasaan serta akan menjadikan karakter. Karakter ini akan menjadi penentu keberhasilan,” tuturnya.
Dirinya menyampaikan, bahwa etika pergaulan sangat penting karena akan memberikan nilai tambah kepada individu dalam meningkatkan citra pribadi, memberi kepercayaan diri, serta membuat seseorang disenangi. Selain itu juga memudahkan hubungan dengan orang lain, hingga lebih mapan dan mantap dalam hidup bermasyarakat.
“Dalam etika pergaulan sehari hari, yang kita butuhkan hanyalah mata dan telinga untuk memperhatikan orang lain, bukan menonjolkan diri sendiri. Yang harus dilakukan adalah mengamati , bagaimana setiap orang bereaksi dan berinteraksi, bagaimana mimik wajah, nada suara dan bahasa tubuh,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Marliana juga, memberikan tips agar mampu memahami perasaan orang lain dalam pergaulan di kehidupan sehari hari.
Di antaranya, berusaha mengosongkan pikiran dan membebaskan diri dari segala prasangka. Selalu tanamkan juga dalam diri, bahwa setiap memasuki sebuah ruangan, maka kita sejatinya bisa mengubah suasananya.
“Perlu disadari juga bahwa orang yang ada dalam ruangan telah berada di dalam ruangan tersebut lebih lama. Karena itu, perhatikan mereka dan kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dengan efisien,” ujarnya.
Setelah itu, dirinya memberikan tips untuk membuat suasana nyaman, yaitu harus menjaga tata krama, serta membaca apapun yang tersirat, mulai dari ekspresi wajah dan kondisi energi ruangan.
“Mari menjadi orang yang cepat melihat, membaca dan memahami sinyal,” tukasnya.(advertorial)