Mahakama.co.id – Coldplay memperkenalkan album terbarunya, Moon Music, dengan inovasi ramah lingkungan. Piringan hitam album ini diproduksi dari sampah plastik yang diambil dari dua sungai besar: Cisadane di Indonesia dan Klang di Malaysia. Inisiatif ini merupakan bagian dari kemitraan Coldplay dengan The Ocean Cleanup, sebuah organisasi yang berfokus pada pembersihan sungai dan laut dari sampah plastik.
Komitmen Coldplay Terhadap Lingkungan
Selain album, Coldplay juga berkomitmen melalui donasi kapal pembersih sungai, Interceptor 020, yang mereka sumbangkan untuk membersihkan Sungai Cisadane, dengan tujuan mengurangi polusi plastik di Asia Tenggara. Tindakan ini menggambarkan dedikasi Coldplay dalam menggabungkan pesan keberlanjutan dengan seni musik, mendorong pendengar untuk lebih sadar akan isu lingkungan yang semakin mendesak.
Inovasi Vinyl Ramah Lingkungan

Vinyl album ini tidak hanya menarik secara estetika, dengan desain transparan yang memukau ketika terkena cahaya, tetapi juga dirancang untuk mengurangi jejak karbon. Dibandingkan dengan proses produksi vinyl konvensional, vinyl ini mampu mengurangi emisi karbon hingga 85%. Inovasi ini menunjukkan bahwa Coldplay tidak hanya mengedepankan kualitas musik, tetapi juga memperhatikan dampak ekologis dari produk yang mereka rilis.
Melalui langkah ini, Coldplay tidak hanya memberikan karya musik yang berkualitas, tetapi juga mengajak para penggemar untuk bersama-sama memperhatikan dan bertindak terhadap isu penting terkait keberlanjutan dan perlindungan lingkungan. (net/ra)