
MAHAKAMA.CO.ID – Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Kalimantan Timur (Kaltim) diyakini tak akan lagi kekurangan wasit saat menggelar kegiatan ataupun seleksi.
Hal tersebut berkat pelatihan untuk para wasit dan juri yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, yang diselenggrakan sejak, Selasa 6 Juni, hingga Kamis 8 Juni 2023.
Derli Abubakar wasit kungfu asal Kota Samarinda, yang menjadi peserta pelatihan wasit atau juri kungfu tradisional garapan Dispora Kaltim mengaku senang mengikuti pelatihan tersebut.
“Bersyukur telah diberikan kesempatan untuk turut menjadi peserta pelatihan yang digelar selama tiga hari itu,” kata Derli, saat awak media di lokasi pelatihan Hotel FoxLite Samarinda, Jalan S Parman No 15, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Rabu (7/6/2023).
Menurutnya dengan adanya pelatihan tersebut, akan menciptakan wasit-wasit profesional di daerah yang tidak kalah bersaing dengan para wasit dari pulau Jawa.
“Kami selaku peserta sangat senang sekali dengan adanya pelatihan ini, artinya kita jangan sampai ketinggalan dengan para wasit yang ada di Pulau Jawa, makanya pelatihan yang digelar oleh Dispora Kaltim sangat bermanfaat dan berguna,” ucapnya.
Dia juga menilai, wasit kungfu tradisional di Kaltim jumlahnya masih sangat kurang, sehingga perlu diberikan pelatihan.
“Kurangnya wasit kita di Kaltim sehingga perlu diadakan pelatihan, di dalam pelatihan itu selam tiga hari memang sangat berguna sekali bagi para calon-calon wasit dan juri,” ujarnya.
Diungkapkannya, setiap tak jarang ketika AKTI menggelar pertandingan, terkendala ketersediaan wasit.
“Setiap kegiatan AKTI di Kaltim itu keterbatasan wasit, persyaratan utama untuk melaksanakan itu dari AKTI Pusat harus ada wasit yang memadai,” kata Derli.
Dia berharap, setelah pelatihan wasit dan juri ini akan menambah jumlah wasit yang ada di Kaltim, sehingga kita bisa mengadakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) yang salah satu syaratnya harus ada wasit dan juri.
“Setelah pelatihan ini kita punya perbendaharaan wasit ke depan akan bisa melaksanakan Kejurda, kalau seleksi wasitnya tidak ada siapa yang seleksi,” katanya lagi.
Dia menerangkan, dalam kungfu ada tiga katagori yang dipertandingkan yaitu, tarung, seni wing chun, dan jurus, serta ada beberapa hal penilaian yang membedakan dengan seni bela diri lain.
“Kalau di kungfu dibagi tiga tarung, seni bela diri wing chun, dan jurus. Penilaiannya beda-beda, pertama masuk itu sudah dinilai, mulai memberikan penghormatan, pakaiannya, gerakan, ekspresi, dan power-nya, sampai dengan kelenturan badannya di nilai,” pungkasnya. (advertorial)