Mahakama.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa Indonesia akan mengalami badai matahari yang kuat dari tanggal 11 hingga 13 Oktober 2024. Dengan indeks ekstrem G4, puncak badai diperkirakan terjadi pada hari pertama, yaitu 11 Oktober. BMKG mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi dampak yang mungkin ditimbulkan
Dampak yang Dirasakan
Kepala Tim Bidang Geofisika BMKG, Syrojudin, menyatakan bahwa badai ini dapat menyebabkan gangguan signifikan pada jaringan internet, termasuk sistem satelit seperti Starlink. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dalam beraktivitas yang melibatkan komunikasi berbasis radio serta transaksi online. “Gangguan ini bisa sangat mempengaruhi konektivitas dan akurasi sistem GPS,” ujar Syrojudin
Peringatan untuk Pilot Drone
Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan kepada para pilot drone untuk tidak menerbangkan pesawat tanpa awak mereka selama periode badai. Risiko kehilangan kendali menjadi perhatian utama, mengingat akurasi posisi yang terganggu selama badai matahari
Pemantauan Terus Berlanjut

BMKG berkomitmen untuk terus memperbarui informasi mengenai fenomena ini dan akan memberikan analisis terukur sebagai panduan bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “Kami akan terus memantau dan memberi informasi terkini tentang badai matahari ini,” tambahnya
Dengan peringatan ini, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk meminimalisir dampak dari badai matahari yang akan datang. (net/ra)