By admin
28.10.24

Belum Ada Satu Bulan Menjabat, PM Jepang Terancam Mundur

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba. (Foto: Kim Kyung-Hoon/Reuters)

Mahakama.co.id – Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba menghadapi tekanan besar setelah kekalahan Partai Demokrat Liberal (LDP) dalam pemilihan umum yang digelar pada Minggu, 27 Oktober. Ishiba, yang baru menjabat sejak 1 Oktober 2024, berharap pemilu akan memperkuat dukungan terhadap LDP. Namun, alih-alih kemenangan, partainya bersama Partai Komeito hanya meraih 215 dari 456 kursi di parlemen, jauh dari target mayoritas absolut.

Pernyataan Ishiba dan Tuntutan Rakyat Jepang

Ishiba mengungkapkan bahwa hasil pemilu ini mencerminkan harapan rakyat Jepang agar LDP lebih introspektif dan mampu beradaptasi dengan keinginan publik. “Rakyat Jepang menunjukkan keinginan kuat agar LDP melakukan suatu refleksi dan menjadi partai yang bertindak sejalan dengan keinginan rakyat,” ujarnya di markas besar LDP.

Tekanan dari Internal Partai

Shinjiro Koizumi. (Foto: Franck Robichon/Pool Photo via AP)

Shinjiro Koizumi, kepala pemilihan LDP, menyatakan pentingnya bagi LDP untuk segera mencari dukungan baru dalam situasi ini. Kekalahan ini menandai titik kritis bagi LDP, yang hampir selalu mendominasi pemerintahan Jepang sejak 1955. Ini menjadi pertama kalinya sejak 2009 LDP gagal mengamankan mayoritas absolut di parlemen.

Spekulasi Pengunduran Diri Ishiba

Situasi ini menimbulkan spekulasi bahwa Ishiba mungkin akan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas kekalahan tersebut. Jika Ishiba mundur, ia akan tercatat sebagai Perdana Menteri Jepang dengan masa jabatan terpendek sejak Perang Dunia II. Namun, jika ia tetap bertahan, Ishiba harus memimpin dengan dukungan minoritas di parlemen atau berusaha membentuk koalisi baru untuk menjaga stabilitas pemerintahannya. (net/ra)

Trending