By admin
18.09.25

Asal Usul Kata Garong: Dari Romusha Ngamuk hingga Jadi Sebutan Pencuri

GEMERLAP kota besar sering dihantui satu kata yang membuat warga waspada: garong. Kata ini identik dengan perampok, maling, atau kawanan pencuri yang menebar rasa takut.

Kata “garong” mungkin sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Artinya perampok atau kawanan pencuri. Namun, tidak banyak yang tahu kalau kata ini ternyata singkatan.

Istilah garong pertama kali muncul pada 1945, masa Perang Kemerdekaan. Saat itu, banyak orang memanfaatkan situasi tidak kondusif untuk melakukan pencurian. Mereka bergerak berkelompok tanpa terafiliasi dengan tentara Indonesia maupun laskar.

Sastrawan Pramoedya Ananta Toer pernah bertemu kelompok ini ketika bertugas di Cikampek. Dalam bukunya Jalan Raya Pos, Jalan Raya Daendels (1995), ia menulis bahwa kata garong merupakan singkatan dari “gabungan romusha ngamuk”.

Kelompok garong beraksi karena ketiadaan otoritas bertindak. Mereka menggunakan senjata api hingga jimat kebal untuk menebar teror. Menurut sejarawan Anthony E. Lucas dalam Peristiwa Tiga Daerah (1989), aksi garong juga terjadi di Brebes, Tegal, dan Pemalang.

Sejak itu, garong identik dengan pencuri. Istilah ini menempel di masyarakat, menggantikan sebutan lama seperti maling atau penyamun. Kata yang lahir dari masa penuh gejolak akhirnya bertahan hingga kini.

Mengingat asal-usulnya, garong tidak sekadar kata, tapi jejak sejarah sosial Indonesia pasca-kemerdekaan. Dari “gabungan romusha ngamuk”, istilah ini berkembang jadi simbol ketakutan terhadap kriminal jalanan.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati

Trending