Mahakama.co.id – Spanyol tengah menghadapi bencana banjir terparah dalam beberapa dekade terakhir, dengan setidaknya 95 orang dilaporkan tewas dan banyak yang hilang akibat hujan lebat yang melanda provinsi Valencia pada Selasa (29/10/2024), menurut laporan BBC News. Banjir bandang ini menghancurkan infrastruktur seperti jembatan dan bangunan, memaksa warga untuk mencari perlindungan di atap rumah dan di atas pohon.
Pengumuman Berkabung Nasional
Presiden Spanyol, Pedro Sánchez, telah mengumumkan tiga hari berkabung nasional menyusul bencana ini, dengan kemungkinan jumlah korban yang terus bertambah. Di Valencia, yang menjadi wilayah paling terdampak, tercatat 92 kematian, menjadikannya angka tertinggi sejak 1973.
Tindakan Penyuluhan dan Penyelamatan
Sánchez mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menjanjikan upaya pemulihan yang segera dilakukan. Di Chiva, curah hujan yang setara dengan total tahunan turun hanya dalam delapan jam, memicu aksi penyelamatan oleh tim berwenang. Banyak penyintas menceritakan pengalaman mengerikan saat air meluap dengan cepat, dengan beberapa terjebak di dalam mobil.
Tanggapan Terhadap Bencana dan Dukungan dari Uni Eropa

Meskipun upaya penyelamatan berlangsung, terdapat kritik terhadap lambatnya respons dari pihak berwenang, yang baru memberikan peringatan dua jam setelah terjadinya banjir. Lebih dari 1.000 tentara dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan, sementara dukungan dari Uni Eropa juga datang melalui sistem satelit Copernicus untuk memberikan bantuan yang diperlukan. (net/ra)