By admin
19.10.24

Kekeringan Ekstrem di Sungai Amazon Mengancan Warga di Perbatasan Kolombia-Brasil

Kawasan Penduduk yang sudah tidak lagi "mengapung" di daerah Sungai Amazon. (Foto: Michael Dantas/AFP via Getty Images)

Mahakama.co.id – Kekeringan parah yang melanda sebagian besar Amerika Selatan menyebabkan penurunan signifikan aliran air di Sungai Amazon, terutama di perbatasan Kolombia, Peru, dan Brasil. Di Leticia, Kolombia, ketinggian air turun hingga 10 meter antara Juni dan Agustus 2023.

Pasokan Makanan Terganggu

Wali Kota Leticia, Elquin Uni, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kelangkaan barang-barang pokok yang kini semakin mahal. “Kami harus menunggu dua hingga tiga bulan agar makanan tiba. Keadaan ini sangat sulit dan mengancam kualitas hidup warga kami,” tuturnya.

Tindakan Darurat Diperlukan

Masyarakat setempat terpaksa membuat tangga kayu untuk mencapai air di dermaga. Sebagai respons, balai kota Leticia telah mengeluarkan “peringatan kuning” dan mendesak perhatian lebih pada masalah kesehatan masyarakat.

Kondisi Terburuk dalam Setengah Abad

Kekeringan di Sungai Amazon. (Foto: Sandro Kakabadze/MapBiomas)

Crispin Angarita, pemimpin adat setempat, menegaskan bahwa kondisi ini adalah yang terburuk dalam setengah abad. “Ini berbahaya bagi mereka yang memerlukan perhatian medis segera,” katanya. Dampak dari kekeringan ini tidak hanya mempengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi juga kesehatan sekitar 500.000 orang di kawasan tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim berperan besar dalam penurunan drastis ini, menambah tantangan bagi wilayah yang sudah rentan. (net/ra)

Trending