Mahakama.co.id – Pada Kamis malam (10/10/2024), empat siswa SMP di Sukabumi terlibat dalam duel menggunakan senjata tajam di area kosong di Cijengkol. Insiden ini berakhir tragis ketika seorang siswa berinisial FMS tewas setelah mengalami luka parah di punggung akibat sabetan celurit oleh RR, salah satu peserta duel. Rekannya, ADR, juga mengalami luka ringan, namun berhasil selamat dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit
Motif Duel Masih Diselidiki
Pertarungan ini diketahui sudah direncanakan sebelumnya oleh para siswa yang terlibat. Mereka membawa senjata tajam seperti celurit dan belati, dan pertemuan mereka disaksikan oleh beberapa pihak. Sayangnya, situasi berubah menjadi brutal ketika salah satu peserta duel terluka parah. Hingga saat ini, Polres Sukabumi masih mendalami motif dan kronologi pasti dari kejadian ini. Penggunaan senjata tajam di kalangan pelajar menambah daftar kasus kekerasan antar siswa di Indonesia
Polisi Ambil Tindakan
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi yang terlibat. Karena para pelaku masih di bawah umur, kasus ini sekarang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi. Kepolisian berharap dapat segera menemukan akar permasalahan yang memicu duel ini
Kekerasan Pelajar yang Semakin Meningkat

Kasus ini menjadi peringatan atas meningkatnya kekerasan di kalangan pelajar, khususnya penggunaan senjata tajam dalam konflik. Insiden serupa pernah terjadi sebelumnya dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Keterlibatan siswa dalam kekerasan fisik ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap pengawasan dan pendidikan yang lebih baik mengenai resolusi konflik tanpa kekerasan. (net/ra)