Mahakama.co.id – Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Indonesia dan Bahrain pada 10 Oktober 2023 menimbulkan kontroversi besar. Timnas Indonesia yang seharusnya meraih kemenangan harus puas dengan hasil imbang 1-1 setelah Bahrain berhasil mencetak gol penyeimbang di menit ke-96. Yang lebih menghebohkan adalah, gol tersebut tercipta setelah lebih dari enam menit waktu tambahan yang diumumkan oleh wasit. Keputusan wasit, Ahmed Al Kaf dari Oman, menuai kritik keras dari pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Kekecewaan Shin Tae-yong atas Keputusan Wasit
Shin Tae-yong menyebut keputusan wasit sebagai memalukan dan sangat bias terhadap Bahrain. “Kami merasa diperlakukan tidak adil. Keputusan memberikan waktu lebih dari yang seharusnya jelas merugikan kami. Ini adalah masalah besar,” tegas Shin setelah pertandingan. Dia menambahkan bahwa waktu tambahan yang melebihi batas seharusnya bisa merusak integritas kompetisi. Bagi Shin, masalah ini bukan hanya soal satu pertandingan, tetapi tentang masa depan sepak bola di Asia.
Protes PSSI kepada FIFA dan Harapan untuk Perubahan
Kecewa dengan keputusan tersebut, PSSI segera mengajukan protes resmi kepada FIFA dan berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Protes ini merupakan langkah tegas dari federasi sepak bola Indonesia, yang meminta agar keputusan-keputusan wasit yang merugikan negara peserta dipantau dan diperbaiki. PSSI juga meminta agar AFC (Asosiasi Sepak Bola Asia) lebih serius dalam menangani masalah pengadilannya agar tercipta kompetisi yang lebih adil.
Shin Tae-yong sendiri berharap agar AFC memperbaiki sistem kepemimpinan wasit agar tidak ada negara yang merasa dirugikan oleh keputusan yang tidak adil. “Keputusan seperti ini bisa merusak perkembangan sepak bola di Asia, dan itu yang harus diubah,” ujarnya.
Menjaga Integritas dan Fair Play di Kompetisi Internasional

Kontroversi ini memberikan pelajaran penting bahwa setiap detik dalam pertandingan sepak bola bisa mempengaruhi jalannya pertandingan. Kini, dunia sepak bola Indonesia berharap agar FIFA dan AFC merespons dengan tegas keluhan ini dan mengambil langkah-langkah konkret untuk menjaga integritas serta fair play dalam kompetisi internasional. Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari badan pengatur sepak bola internasional terkait kejadian ini. (net/ra)