By admin
18.06.23

Tim Appraisal Segera Hitung Ganti Rugi Lahan Pembangunan Sodetan di Loa Janan Ilir

Tim DPUPR-Pera Kaltim, DPUPR Samarinda, dan TWAP berdiskusi dengan pemerintah kelurahan dan warga terdampak pembangunan sodetan Loa Jalan
Tim DPUPR-Pera Kaltim, DPUPR Samarinda, dan TWAP berdiskusi dengan pemerintah kelurahan dan warga terdampak pembangunan sodetan Loa Jalan

MAHAKAMA.CO.ID – Tim appraisal akan menghitung ganti rugi lahan yang terdampak pembangunan sodetan di Loa Janan Ilir. Pembangunan sodetan ini merupakan proyek bersama antara Dinas PUPR Kota Samarinda dengan Dinas PUPR-Pera Kaltim.

Sodetan yang akan menghubungkan saluran sungai di perumahan Haji Saleh ke sungai Loa Janan hingga Sungai Mahakam itu, dikatakan kepala bidang pertanahan Dinas PUPR Samarinda Ananta Diro Nurba, mengatakan, awalnya ada lahan yang tidak terkena dampak pembangunan sodetan. Namun, hasil desain ulang menyebabkan lahan terdampak bertambah.

“Jumlah terbaru ada lima bidang tanah, update terakhir sisa satu bidang yang belum terbit peta bidangnya, kami menunggu dari BPN. Setelah itu akan dihitung appraisal ulang. Karena tahun 2019 atau 2020 pernah dihitung, warga minta hitung ulang,” ujarnya, Senin (18/06/2023).

Terlihat dari peta bidang keseluruhan telah mencapai 90 persen. Dirinya berharap pekan ketiga Juni ini tim appraisal sudah dapat ke lokasi proyek pembangunan sodetan tersebut.

“Target kami Juli sudah dibebaskan karena Tim Dinas PUPR-Pera Kaltim juga menginformasikan Juli proyek pembangunan saluran dimulai,” harapnya.

Pihaknya juga mendapat dukungan dari Tim Wali Kota Akselerasi Pembangunan (TWAP). Dari TWAP memberikan masukan ke warga mengenai proyek ini, bahwa kegiatan fisik ini untuk mengatasi banjir.

Sebelumnya, Pemprov Kaltim melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR-Pera Kaltim Runandar mengatakan, pihaknya menganggarkan Rp 4 miliar dari APBD 2023 untuk menyambungkan drainase dari kawasan tersebut.

Runandar menjelaskan, bahwa proyek drainase ini bertujuan memfungsionalkan saluran dari sungai Loa Lah menuju sungai Loa Janan dengan membuat crossing di Jalan Soekarno Hatta. Kemudian dilanjutkan membuat saluran menuju sungai Loa Janan.

“Proyek ini menambah satu saluran lagi. Saat ini sudah ada saluran juga dari outlet polder Barito menuju sungai Loa Janan,” ucapnya.

Saluran sodetan ini memiliki lebar enam meter dan kedalaman rata-rata 2–2,5 meter. Saluran ini dibangun dengan konstruksi beton agar lebih kuat dan tahan lama.

“Bahwa dengan adanya saluran sodetan ini, kawasan Kelurahan Simpang Tiga dan Kelurahan Tani Aman bisa terbebas dari banjir,” pungkas Runandar.(advertorial)

Trending