
MAHAKAMA.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kalimantan Timur (Kaltim) mengerjakan proyek pembangunan turap turap di Jalan Sultan Sulaiman, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, yang dimulai sejak April lalu.
Kepala bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR-Pera kaltim Hariadi Purwatmoko mengatakan, Proyek Pembangunan turap di jalan tersebut, telah disiapkan anggaran jumbo dengan target rampung pada akhir September mendatang.
Jalan yang dikerjakan tahun ini dengan besaran anggaran Rp 13 miliar. Dikatakan Hariadi, proyek tersebut bertujuan mengatasi permasalahan tanah labil dan longsor yang sering terjadi di lokasi tersebut.
“Kontrak proyek sudah ditandatangani pada 12 April lalu dengan nilai kontrak Rp 11 miliar. Pelaksanaannya lima bulan, dari April hingga September akhir. Bentuk pekerjaan yakni pembangunan DPT (dinding penahan tanah/turap) sepanjang 100 meter. Pekerjaan fisik memasuki tahap persiapan dan awal Mei dimulai,” ucapnya, Senin (1/05/2023).
Dirinya juga mengatakan, pengerjaan proyek jalan itu, pihaknya tidak memakai tanah warga, namun menggunakan ruangan milik jalan (rumija).
“Selain DPT, ada pembangunan drainase, untuk mengendalikan aliran air di badan jalan. Begitu juga untuk utilitas seperti di PLN maupun kabel telekomunikasi sudah dikoordinasikan melakukan penyesuaian,” sambungnya.
Hariadi berharap, Proyek itu dapat menyelesaikan permasalahan longsor yang sering terjadi di Jalan Sultan Sulaiman. Menurut Hariadi, jalan itu merupakan jalan strategis yang menghubungkan antarwilayah di Kaltim.
“Jalan itu juga menjadi akses utama bagi warga Kelurahan Sambutan, Makroman, Sindang Sari, Pulau Atas, dan Kecamatan Anggana,” sebutnya.
Sementara itu, Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II Dinas PUPR-Pera Kaltim Taufiqurridha Ismail mengatakan, selama pengerjaan, akses jalan yang selama ini digunakan kendaraan roda dua akan ditutup total. Hal itu bertujuan menghindari potensi kecelakaan ketika pembangunan berlangsung.
“Nantinya kita sosialisasikan ke camat-lurah setempat, agar disampaikan kepada warga, terutama yang menggunakan akses tersebut,” ujarnya.
Untuk jalur alternatif, dirinya menyebutkan, warga dapat melalui Jalan Kapten Soedjono menuju Jalan Emboen Suryana atau sebaliknya.
“Sehingga baik kendaraan roda empat maupun roda dua dapat menggunakan jalur alternatif itu. Saya sampaikan pekerjaan akan dimulai awal Mei ini, dimulai dengan persiapan,” pungkasnya.(advertorial)