By admin
17.04.26

Pasar Kerja Sulit: Mayoritas Gen Z Andalkan Uang Keluarga Sebagai Jaring Pengaman Ekonomi

Hasil survei Jakpat 2026 menunjukkan 42 persen Gen Z masih bergantung pada pendapatan orang tua akibat tekanan biaya hidup dan pasar kerja yang kompetitif./Ilustrasi

MAHAKAMA – Langkah kaki para pemuda ini seolah terpasung oleh rantai emas kasih sayang yang membelenggu kemandirian mereka di tengah tekanan ekonomi yang kian kompleks. Di era digital yang serba cepat, sebagian besar justru masih berteduh di bawah perlindungan finansial keluarga.

Gen Z dikenal sebagai generasi adaptif dan melek teknologi dengan potensi besar di ekonomi modern. Namun di balik itu, realitas menunjukkan banyak dari mereka masih mengandalkan orang tua sebagai sumber utama penghasilan.

Kondisi ini tidak lepas dari fase transisi yang sedang mereka jalani, dari pendidikan menuju dunia kerja. Kenaikan biaya hidup serta pasar kerja yang semakin kompetitif membuat proses menuju kemandirian finansial menjadi lebih panjang.

Situasi tersebut akhirnya membentuk pola ketergantungan yang cukup kuat, sekaligus menjadi gambaran awal tantangan ekonomi yang dihadapi generasi muda saat ini.

Dominasi Dana Orang Tua dan Tantangan Kemandirian Finansial

Gambaran tersebut tercermin dalam hasil survei Jakpat terhadap 1,9 ribu responden. Data menunjukkan 42 persen Gen Z masih bergantung penuh pada pendapatan orang tua, jauh di atas generasi Milenial yang hanya berada di angka 6 persen.

Angka ini menegaskan bahwa kemandirian finansial belum terbentuk secara merata. Sebagian besar responden masih berstatus mahasiswa atau lulusan baru yang belum memiliki penghasilan tetap.

Meski demikian, sekitar 31 persen Gen Z telah memiliki pendapatan dari pekerjaan penuh waktu. Namun, penghasilan tersebut kerap belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Tekanan biaya hidup dan tingginya tuntutan keterampilan membuat banyak dari mereka tetap membutuhkan dukungan keluarga. Dalam konteks ini, peran orang tua menjadi semacam jaring pengaman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Kondisi tersebut sekaligus mencerminkan perubahan struktur ekonomi yang semakin menantang bagi generasi muda.

Alternatif Penghasilan dan Literasi Investasi Generasi Muda

Di tengah ketergantungan tersebut, sebagian Gen Z mulai mencari jalan keluar melalui sumber penghasilan alternatif, baik dari usaha mandiri maupun instrumen investasi. Meski skalanya masih terbatas, langkah ini menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran finansial di kalangan generasi muda, walau kemampuan membangun aset secara mandiri masih tergolong belum kuat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada orang tua tidak selalu bermakna negatif. Sebagian memanfaatkannya sebagai ruang untuk membangun keterampilan tanpa tekanan finansial berlebih.

Namun di sisi lain, kondisi ini menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperluas akses kerja dan menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian ekonomi. Pendidikan finansial sejak dini juga menjadi kunci agar generasi muda mampu mengelola dan mengembangkan asetnya secara lebih optimal. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending