By admin
04.11.24

WHO Laporkan 85 Petugas Medis Tewas di Lebanon Akibat Serangan Israel

Warga Palestina di reruntuhan Kamp Pengungsian Nuseirat, Gaza. (Foto: Eyad Baba/AFP)

Mahakama.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa dalam dua bulan terakhir, sebanyak 85 petugas medis tewas akibat serangan yang dilancarkan Israel di Lebanon. Laporan ini mencakup periode dari 17 September hingga 31 Oktober 2024.

Serangan terhadap Fasilitas Kesehatan

Selain angka kematian, WHO juga mencatat bahwa 51 petugas medis lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Tercatat sebanyak 36 serangan yang menargetkan fasilitas kesehatan di wilayah Lebanon, menunjukkan peningkatan kekerasan yang berdampak pada layanan medis.

Peralatan medis hangus terbakar di rumah sakit Kamal Adwan, Beit Lahiya, Gaza. (Foto: AFP)

Tim Medis Tetap Bertugas Dalam Bahaya

WHO menekankan bahwa tim medis darurat terus bertugas meskipun kondisi semakin berbahaya. Serangan terbaru pada 31 Oktober di wilayah selatan Lebanon melibatkan kematian sedikitnya enam petugas medis yang sedang menjalankan tugas mereka.

Risiko bagi Pasien dan Tenaga Medis

Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa serangan Israel terhadap Hizbullah kerap kali terjadi di sekitar rumah sakit, menempatkan pasien dan tenaga medis dalam risiko yang serius. Situasi ini menuntut perhatian global agar perlindungan terhadap tenaga medis dan fasilitas kesehatan diperkuat. (net/ra)

Trending