Mahakama.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa dalam dua bulan terakhir, sebanyak 85 petugas medis tewas akibat serangan yang dilancarkan Israel di Lebanon. Laporan ini mencakup periode dari 17 September hingga 31 Oktober 2024.
Serangan terhadap Fasilitas Kesehatan
Selain angka kematian, WHO juga mencatat bahwa 51 petugas medis lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Tercatat sebanyak 36 serangan yang menargetkan fasilitas kesehatan di wilayah Lebanon, menunjukkan peningkatan kekerasan yang berdampak pada layanan medis.

Tim Medis Tetap Bertugas Dalam Bahaya
WHO menekankan bahwa tim medis darurat terus bertugas meskipun kondisi semakin berbahaya. Serangan terbaru pada 31 Oktober di wilayah selatan Lebanon melibatkan kematian sedikitnya enam petugas medis yang sedang menjalankan tugas mereka.
Risiko bagi Pasien dan Tenaga Medis
Temuan lebih lanjut menunjukkan bahwa serangan Israel terhadap Hizbullah kerap kali terjadi di sekitar rumah sakit, menempatkan pasien dan tenaga medis dalam risiko yang serius. Situasi ini menuntut perhatian global agar perlindungan terhadap tenaga medis dan fasilitas kesehatan diperkuat. (net/ra)