Mahakama.co.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) harus dapat dijangkau oleh seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan pemanfaatan teknologi tersebut merata di seluruh Indonesia.
Nezar menjelaskan bahwa adopsi AI dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat industri hingga pengguna umum. “Adopsi AI ini ada tingkatan-tingkatannya, ada yang di level industri, akademik, dan juga pengguna umum,” ujarnya saat peluncuran buku ‘Memahami AI Sebuah Panduan Etik’ di Jakarta pada Kamis (28/11).
Program Literasi Digital sebagai Kunci
Nezar menambahkan bahwa pengenalan AI masuk dalam program literasi digital yang diprogram oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Program ini dirancang dengan tingkatan yang jelas, mulai dari pengenalan piranti digital hingga pembinaan digital talent. “Digital talent ini elemen kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital kita,” ujar Nezar.
AI dan Pertumbuhan Ekonomi Digital

Wamenkomdigi juga menekankan pentingnya peran teknologi digital, termasuk AI, dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, semakin banyak individu yang terlibat dalam industri digital, semakin besar dampaknya terhadap perekonomian nasional. “Kami harapkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 8 persen dengan bantuan teknologi digital,” katanya.
Ekonomi Digital Sebagai Penggerak Pertumbuhan
Nezar menegaskan bahwa tanpa dukungan sektor ekonomi digital, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih lambat. “Dengan bantuan teknologi, kita bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi ini,” tandasnya. (net/ra)