By admin
05.11.25

Tidur di Rumah Ibadah Berujung Maut: Arjuna Dikeroyok Hingga Tewas di Sibolga

Tidur di Rumah Ibadah Berujung Maut: Arjuna Dikeroyok Hingga Tewas di Sibolga/ilustrasi

Masjid, yang seharusnya menjadi rumah paling nyaman dan damai di muka bumi, mendadak menjadi saksi bisu sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. Peristiwa tragis ini menimpa seorang mahasiswa yatim bernama Arjuna Tamaraya (21), yang tewas dikeroyok secara brutal di area Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, hanya karena persoalan sepele: tidur untuk beristirahat.

​Kejadian miris ini terjadi pada dini hari Jumat, 31 Oktober 2025, sekitar pukul 03.30 WIB. Arjuna, yang saat itu sedang dalam perjalanan dan berstatus musafir, berniat mencari tempat yang aman dan nyaman untuk melepas lelah, dan pilihannya jatuh pada Masjid Agung Sibolga. Namun, niat suci untuk beristirahat di rumah Allah ini justru berujung petaka.

Kronologi Mencekam: Dari Teguran ke Pengeroyokan Brutal

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, insiden bermula ketika salah satu tersangka, yang diidentifikasi berinisial ZP (57), menegur korban yang hendak beristirahat di dalam masjid. Rupanya, teguran ini memicu kesalahpahaman dan perdebatan sengit.

Kasat Reskrim Polres Sibolga, AKP Rustam E. Silaban, menjelaskan kronologi singkat yang terekam dalam pemeriksaan. “Dari pemeriksaan, korban Arjuna Tamaraya semula berniat beristirahat di dalam masjid. Namun, salah satu tersangka menegurnya. Setelah ditegur, korban masih tidak mau dan tetap istirahat di situ,” ujar AKP Rustam pada Minggu, 2 November 2025.

​Kemarahan ZP tidak berhenti di situ. Ia kemudian mengajak rekan-rekannya yang lain. Bersama beberapa orang pelaku, pengeroyokan brutal pun terjadi. Korban dianiaya dengan cara diinjak dan dipukuli berkali-kali di dalam masjid, sebelum akhirnya diseret ke luar. Saat diseret keluar, kepala korban sempat terbentur anak tangga. Puncak kekejaman terjadi di halaman masjid, di mana kepala korban dilempar dengan menggunakan buah kelapa.

​Tak hanya menganiaya, salah satu pelaku berinisial SS (40) juga sempat mencuri uang tunai sejumlah Rp10.000 dari saku celana korban. Arjuna ditemukan tak berdaya oleh marbut masjid dalam kondisi kritis dan segera dilarikan ke RSUD Dr. F.L. Tobing Sibolga. Sayangnya, nyawa mahasiswa malang ini tidak tertolong. Arjuna dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu pagi, 1 November 2025, pukul 05.55 WIB.

​Lima Pelaku Diringkus, Keluarga Menuntut Keadilan

​Berkat rekaman CCTV di sekitar Masjid Agung Sibolga dan penyelidikan cepat, pihak Polres Sibolga bergerak cepat meringkus para pelaku. Total lima tersangka telah diamankan. Mereka adalah ZP alias A (57), HB alias K (46), SS alias J (40), serta dua tersangka lainnya, Rismansyah Efendi Caniago (30) dan satu pelaku lain yang tidak disebutkan inisialnya dalam rilis pers awal.

​Penangkapan ini diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk keluarga korban. Paman Arjuna, Amrullah, yang mewakili keluarga, mengungkapkan kesedihan dan tuntutan mereka. “Setahu kami dia ke Masjid Agung untuk beristirahat, untuk tidur, bukan untuk hal-hal yang lain. Jadi, itulah kami dari keluarga pun sangat menyayangkan perilaku dari pelaku penganiayaan ini,” tutur Amrullah pada Selasa, 4 November 2025. Keluarga berharap agar semua pelaku dihukum setimpal atas perbuatannya.

​Kutukan dan Keprihatinan dari Pemimpin Daerah

​Tragedi ini juga mengundang keprihatinan dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Ia secara terbuka menyampaikan rasa penyesalannya.
​”Saya menyesalkan insiden pengeroyokan hingga tewas terhadap seorang pemuda bernama Arjuna Tamaraya (21) di Masjid Agung Sibolga. Ini adalah tindakan yang tidak manusiawi,” tegas Bobby Nasution pada Rabu, 5 November 2025.

​​Para pelaku saat ini telah ditahan di Rutan Mapolres Sibolga. Mereka dijerat dengan pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kasus ini menjadi pengingat yang menyakitkan bagi kita semua, bahwa tempat ibadah seharusnya menjadi zona aman yang dijaga kesuciannya, bukan arena untuk melampiaskan emosi hingga merenggut nyawa.

Penulis : Redaksi

Trending