Mahakama.co.id – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, baru-baru ini menekankan pentingnya memperkuat kemampuan militer negara tersebut dalam menghadapi ketegangan yang terus meningkat di kawasan. Dalam sebuah pertemuan dengan para komandan batalyon dan instruktur politik, yang dilaporkan oleh kantor berita KCNA, Kim menyatakan bahwa konflik bisa meletus kapan saja mengingat kondisi yang semakin memanas.
Kim Jong-un mengungkapkan bahwa Semenanjung Korea kini menjadi titik panas terbesar di dunia. Menurutnya, ketegangan yang terus meningkat, terutama dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan, semakin memperburuk situasi dan memicu ancaman yang nyata terhadap Korea Utara. Dalam pidatonya, Kim juga menekankan bahwa negara-negara ini harus siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di masa depan.
Uji Coba Drone Bunuh Diri dan Pengembangan Senjata
Pada pekan yang sama, Kim juga memimpin uji coba drone bunuh diri yang dia perintahkan untuk diproduksi massal. Drone ini merupakan bagian dari upaya Korea Utara untuk meningkatkan kemampuan bertempur negara tersebut, terutama dalam menghadapi ancaman dari AS dan Korea Selatan. Pengembangan senjata ini menjadi salah satu prioritas Korea Utara dalam memperkuat posisi militernya di kawasan.
Kerja Sama Militer dengan Rusia

Meningkatnya kerja sama militer antara Korea Utara dan Rusia semakin mengkhawatirkan negara-negara Barat. Dalam pidatonya, Kim menegaskan bahwa Korea Utara dan Rusia harus siap menghadapi segala kemungkinan yang timbul akibat konfrontasi militer yang terus berkembang, dengan menambah kekuatan dan kesiapan militer kedua negara tersebut. (net/ra)