By admin
16.12.24

Runtuhnya Kekuasaan Bashar al-Assad di Suriah

Warga Suriah merayakan kemenangan bersama pejuang antipemerintah di Lapangan Umayyah, Damaskus, Suriah. (Foto: Louai Beshara/AFP)

Mahakama.co.id – Pemerintahan Bashar al-Assad berakhir secara dramatis pada 8 Desember setelah 24 tahun berkuasa. Assad melarikan diri dari Suriah ke Moskow, meninggalkan pendukungnya.

Assad merahasiakan rencana pelariannya dari lingkaran terdekat, termasuk ajudan, pejabat militer, dan keluarganya. Ia meninggalkan Damaskus dengan transponder dimatikan.

Penipuan

Sebelum melarikan diri, Assad meyakinkan 30 kepala militer dan keamanan bahwa bantuan dari Rusia akan segera datang. Ia juga menipu penasihat medianya, Buthaina Shaaban.

Rusia dan Iran Menolak Bantuan

Rusia dan Iran menolak memberi bantuan militer kepada Assad, memprioritaskan konflik di Ukraina dan menghindari serangan Israel.

Upaya Penyelamatan Diplomatik
Presiden Suriah, Bashar al-Assad. (Foto: GettyImages/ATPImages)

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, memimpin upaya diplomatik untuk memastikan keselamatan Assad, bekerja sama dengan Qatar, Turki, dan kelompok pemberontak.

Keputusan Assad untuk kabur tanpa perlawanan memicu kecaman keras. Nadim Houri dari Arab Reform Initiative menyebutnya “pengkhianatan” terhadap pendukungnya. (net/ra)

Trending