By admin
12.09.25

Roblox Hadirkan Fitur Dating, Picu Perdebatan Soal Keamanan

DUNIA GAME kembali jadi sorotan. Roblox, platform populer lintas generasi, berencana meluncurkan fitur kencan. Rencana ini menimbulkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran.

Untuk memahami kontroversi itu, perlu melihat lebih dulu apa sebenarnya Roblox. Roblox merupakan platform permainan daring yang dikembangkan Roblox Corporation. Pengguna bisa memprogram sekaligus memainkan game buatan sendiri atau buatan orang lain. Dengan konsep itu, Roblox tumbuh sebagai ruang kreatif digital yang sangat luas.

Keleluasaan inilah yang membuat Roblox berbeda dari platform lain. Roblox unik karena bisa dimainkan anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa game memang mewajibkan verifikasi umur. Namun, banyak juga game yang bisa diakses semua umur tanpa batasan. Hal ini membuat Roblox menjadi wadah bermain bersama lintas usia.

Kontroversi Fitur Dating

Roblox menyiapkan fitur kencan khusus untuk pengguna berusia 21 tahun ke atas. Sistem ini mewajibkan verifikasi identitas. Hal ini disebutkan CEO Roblox, David Baszuck pada podcast Tech Stuff. Tujuannya agar orang yang canggung bertemu langsung bisa berkenalan terlebih dahulu di dunia virtual. Jika cocok, mereka dapat melanjutkan interaksi ke dunia nyata.

Roblox juga mulai mengarahkan platformnya ke ranah kesehatan mental. Tim pengembang menilai fitur sosial seperti kencan dapat membantu orang yang kesepian atau terasing. Meski begitu, mereka tetap meminta orang tua mengawasi anak saat bermain.

Risiko yang Mengintai

Niat baik fitur ini tidak menutup risiko. Fitur kencan bisa saja disalahgunakan, termasuk oleh predator anak. Meski ada verifikasi usia, kemungkinan anak kecil tetap bisa masuk. Contohnya, fitur suara Roblox seharusnya hanya untuk pemilik KTP. Namun kenyataannya, banyak anak kecil bisa memakainya dengan akun orang tua atau membeli akun orang lain.

Fitur kencan di Roblox membawa harapan sekaligus tantangan. Jika dijalankan dengan pengawasan ketat, ia bisa jadi sarana positif untuk interaksi sosial. Namun tanpa kontrol yang baik, fitur ini berpotensi membuka celah bahaya, terutama bagi anak-anak.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending