By admin
20.11.24

Putin Peringatkan AS soal Penggunaan Rudal Jarak Jauh di Ukraina

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: Alexander Kazakov/Via Reuters)

Mahakama.co.id – Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) setelah Presiden Joe Biden mengizinkan Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh buatan AS dalam serangan ke wilayah Rusia. Peringatan ini merupakan respons langsung terhadap keputusan Washington yang mendukung Kiev dengan teknologi militer canggih.

Sebagai tindak balasan, Putin pada Selasa (19/11) menyetujui perubahan dalam doktrin nuklir Rusia, yang kini memungkinkan negara tersebut mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir sebagai respons terhadap serangan dengan rudal konvensional yang dilengkapi dengan kemampuan nuklir. Doktrin yang diperbarui ini juga menggarisbawahi bahwa serangan dengan rudal konvensional, drone, atau pesawat yang didukung oleh senjata nuklir dapat memicu respons nuklir dari pihak Rusia.

Ketegangan yang Meningkat Menjelang Pemilihan AS

Ilustrasi. Pasukan Tentara Rusia, di Kremlin, Moskow. (Foto: Alexander Nemenov/AFP via Getty)

Langkah ini menandai eskalasi ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat, terutama AS, di tengah Perang Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari 2,5 tahun. Peringatan tersebut datang beberapa minggu sebelum pemilihan presiden AS yang dijadwalkan pada bulan November, yang turut mempengaruhi dinamika politik global.

Agresi terhadap Negara Koalisi akan Diterima Sebagai Agresi terhadap Rusia

Selain itu, doktrin baru Rusia juga menekankan bahwa setiap bentuk agresi yang dilakukan oleh anggota koalisi terhadap negara tersebut akan dianggap sebagai serangan langsung terhadap Rusia, yang berpotensi mengarah pada konflik yang lebih luas.

Perubahan ini menunjukkan keseriusan Kremlin dalam menanggapi langkah-langkah AS di Ukraina, dan menandakan ketegangan geopolitik yang semakin memuncak di kawasan tersebut. (net/ra)

Trending