Mahakama.co.id – Rombongan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengejutkan peserta KTT D-8 ke-11 di Kairo, Mesir, pada Kamis (19/12), saat keluar dari ruang pertemuan saat Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, tengah memberikan pidato dalam acara penerimaan Keketuaan D-8. Kejadian ini langsung menjadi sorotan publik, namun Kementerian Luar Negeri Indonesia segera memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Rolliansyah Sumirat, menegaskan bahwa keluar masuk ruang pertemuan dalam forum internasional adalah hal yang wajar. “Setiap delegasi memiliki hak penuh untuk menentukan kapan ketua delegasinya meninggalkan ruangan,” ungkap Sumirat. Menurutnya, dalam pertemuan internasional, delegasi sering terlibat dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di ruang terpisah.
Hubungan Indonesia-Turki Tetap Baik
Meskipun insiden tersebut sempat mengundang perhatian, hubungan antara Indonesia dan Turki tetap terjaga dengan baik. Sumirat menyebutkan bahwa Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan memiliki hubungan yang sangat dekat. “Mereka sempat duduk berdampingan dalam acara makan siang setelah pertemuan,” katanya.
Pencapaian KTT D-8

Dalam kesempatan yang sama, Indonesia dan negara anggota D-8 lainnya berhasil mencapai kesepakatan penting di bidang ekonomi dan perdagangan, termasuk penerapan Perjanjian Perdagangan Preferensial dan dukungan terhadap UMKM, khususnya di sektor e-commerce dan teknologi. Presiden Prabowo juga menerima tongkat estafet kepemimpinan D-8 untuk periode 2026 dan menyatakan komitmen Indonesia untuk berkolaborasi dalam mengatasi perubahan iklim dan meningkatkan produktivitas. (net/ra)