Mahakama.co.id – Aipda Robig Zaenudin, anggota Satnarkoba Polrestabes Semarang, terlibat dalam insiden penembakan yang menyebabkan kematian seorang siswa SMK berusia 17 tahun, yang diketahui sebagai GRO. Kejadian tragis ini terjadi dalam konteks kerusuhan tawuran.
Tembakan Tanpa Peringatan
Kombes Pol Artanto, Kabid Humas Polda Jateng, mengungkapkan bahwa Robig tidak memberikan tembakan peringatan sebelum meluncurkan tembakan yang mengarah ke korban. “Tembakan itu mengarah ke korban atau pelaku tawuran tersebut,” kata Artanto menjelaskan kronologi kejadian.
Tindakan Berlebihan, Penyidikan Lanjutan

Artanto menilai tindakan Robig sebagai berlebihan, mengatakan bahwa tidak seharusnya tembakan tersebut diarahkan pada seseorang yang terlibat dalam tawuran. “Dia tidak perlu sebenarnya melakukan tembakan itu terhadap orang yang tawuran,” ujar Artanto. Penyidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan kelayakan tindakan yang diambil oleh anggota polisi tersebut. (net/ra)