By admin
10.09.25

Pestapora Hapus Freeport dari Sponsor setelah Protes Band

GEMURUH musik di Jakarta International Expo, Kemayoran, berubah jadi panggung perlawanan. Sejumlah musisi menarik diri dari festival Pestapora 2025 setelah mengetahui PT Freeport Indonesia menjadi sponsor utama.

Dilansir Tempo (7/9/2025), Gelombang protes memuncak pada hari kedua, Sabtu, 6 September 2025. Grup punk Sukatani, Efek Rumah Kaca, hingga Rebellion Rose memilih mundur. Mereka menilai Freeport sebagai korporasi yang merusak alam Papua dan memiliki rekam jejak pelanggaran HAM. Keputusan itu diumumkan lewat akun resmi media sosial masing-masing.

Panitia akhirnya memutuskan kontrak dengan Freeport pada Jumat malam, 5 September 2025. Direktur Festival Rizky Aulia alias Kiki Ucup meminta maaf atas kegaduhan. “Kami memastikan tak ada sepeser pun aliran dana yang kami terima dari Freeport,” tulis akun resmi @pestapora.

Respons musisi beragam. Rapper Yacko tetap tampil, tetapi menyumbangkan seluruh honornya ke Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). The Panturas juga naik panggung, lalu mengumumkan hasil penjualan suvenir mereka disalurkan ke Walhi.

Sementara band seperti The Jeblogs, Negativa, Leipzig, Kelelawar Malam, Rekah, Xin Lie, Ornament, dan Centra ikut membatalkan penampilan.

Tak heran jika konser musik sebesar Pestapora jadi incaran kampanye perusahaan besar. Musik adalah pertunjukan seni favorit warga Indonesia, menurut BPS 2024, dengan 52,55 persen responden menyebutnya hiburan utama.

Sayangnya, langkah Freeport bertemu kesadaran anak muda yang makin kritis pada isu lingkungan. Sorotan terhadap tambang nikel di Raja Ampat membuat penolakan kian menguat. Hingga kini, Freeport enggan memberi klarifikasi meski sudah dihubungi Tempo.

Kasus ini menunjukkan konser bukan sekadar ruang hiburan, tapi juga arena politik kultural. Musik bisa menjadi alat branding korporasi, sekaligus wadah perlawanan. Pertanyaannya, suara siapa yang lebih nyaring akan bergema di masa depan? (*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin

Trending