GEMERLAP iklan ponsel lipat kini makin sering menghiasi layar media sosial. Fenomena ini menandai tren baru di pasar smartphone, di mana banyak pengguna mulai beralih dari ponsel biasa ke model lipat.
Lonjakan Penjualan Samsung
Data Canalys pada kuartal kedua 2025 menunjukkan pengiriman ponsel Samsung di Amerika Serikat meningkat tajam. Pangsa pasarnya naik dari 23 persen menjadi 31 persen hanya dalam beberapa bulan. Kenaikan ini muncul setelah peluncuran Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7 pada Juli lalu.
Produk terbaru itu langsung mencuri perhatian publik. Uji ketahanan Z Fold 7 yang viral di internet menampilkan ponsel dilipat lebih dari 200 ribu kali. Video tersebut ditonton hingga 15 juta kali di YouTube.
Laporan Sprout Social mencatat perangkat premium Samsung, termasuk Z Fold 7, muncul lebih dari 50 ribu kali di percakapan media sosial. Dari jumlah tersebut, 83 persen bernada positif atau netral.

Ponsel Lipat Jadi Tren
Samsung mulai menghadirkan ponsel lipat sejak 2019. Meski desain awal sempat menuai kritik, kini perangkat terbaru hadir lebih matang dan siap bersaing di pasar utama, terutama dari sisi ketahanan.
Permintaan terhadap seri terbaru juga meningkat. Pre-order Z Fold 7 naik 25 persen dibanding generasi sebelumnya. Penjualannya bahkan hampir 50 persen lebih tinggi dari model terdahulu. Counterpoint Research turut melaporkan kenaikan penjualan Samsung sebesar 16 persen pada Juni 2025.
Fenomena ponsel lipat menggambarkan bagaimana inovasi teknologi mengubah pola konsumsi masyarakat. Dari sekadar alat komunikasi, kini ponsel lipat hadir sebagai simbol gaya hidup modern yang menggabungkan fungsi dan prestise. (*)
Penulis: Dwi Lena Irawati