Mahakama.co.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk serangan udara di Sudan yang menewaskan tiga staf Program Pangan Dunia (WFP). Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres mengaku “sangat marah” atas kejadian tersebut.
Ketiga staf WFP yang tewas adalah kepala kantor lapangan, seorang rekanan program, dan seorang penjaga keamanan. Mereka tewas ketika serangan udara menghantam Kompleks Kantor Lapangan WFP di Yabus, Negara Bagian Blue Nile. Satu staf tewas seketika, sementara dua lainnya meninggal setelah dievakuasi.
Reaksi WFP
Direktur Eksekutif WFP Cindy McCain menyerukan penyelidikan menyeluruh dan menuntut pertanggungjawaban pelaku. McCain menyatakan bahwa WFP akan terus memberikan bantuan kemanusiaan di Sudan.
Konflik di Sudan
Perang telah berkecamuk sejak April 2023 antara tentara Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter. Konflik ini telah merenggut lebih dari 20.000 nyawa dan membuat jutaan orang mengungsi.
Krisis Kelaparan

WFP memperingatkan bahwa Sudan berisiko menjadi krisis kelaparan terbesar di dunia, dengan 1,7 juta orang mengalami kelaparan atau berisiko kelaparan. (net/ra)