By admin
30.11.24

Menkomdigi Soroti Kesulitan Indonesia Berantas Judi Online, Kolaborasi Jadi Kunci

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. (Foto: Fadhil Pramudya/kumparan)

Mahakama.co.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi Indonesia dalam memberantas judi online. Menurut Meutya, salah satu masalah utama adalah pengawasan terhadap situs judi yang terus berkembang.

Dalam konferensi pers pada Kamis, 28 November 2024, Meutya menyatakan, “Pengawasan terhadap situs-situs judi. Yang ditutup satu, tumbuh sepuluh atau tumbuh seratus. Itu memang memerlukan tenaga luar biasa.” Hal ini menunjukkan betapa sulitnya untuk mengontrol dan menutup situs judi online yang semakin banyak.

Kerja Sama dengan Perusahaan Teknologi

Selain masalah pengawasan, Meutya juga menyoroti tantangan dalam bekerja sama dengan perusahaan teknologi global. Meski komunikasi dengan platform besar berjalan lancar, penyesuaian dengan peraturan Indonesia menjadi kendala. “Bagaimana membuat teman-teman dari platform teknologi besar itu mau comply dengan aturan yang ada di Indonesia,” kata Meutya, menambahkan bahwa peraturan yang berbeda di setiap negara menjadi penghalang utama.

Komitmen Perusahaan Teknologi

Walaupun menghadapi kesulitan, Meutya menyebutkan bahwa beberapa perusahaan teknologi besar sudah menunjukkan komitmen untuk membantu Indonesia dalam mengatasi judi online. “Sudah ada komitmen dari beberapa yang ingin juga terlibat membantu Indonesia,” ujarnya.

Kolaborasi Lebih Luas Dibutuhkan

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. (Foto: MPI)

Menko PMK, Muhaimin Iskandar, turut memberikan pandangan yang sejalan. Ia menegaskan bahwa pemberantasan judi online bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan pendidik. “Pemiskinan baru melalui judi online tidak bisa dihentikan oleh sepihak,” ucapnya. (net/ra)

Trending