Mahakama.co.id – Capung, yang sudah ada sejak sekitar 350 juta tahun lalu pada Era Paleozoikum, kini memiliki sekitar 7.000 spesies yang tersebar di seluruh dunia, kecuali di Antartika. Meski sering dianggap sebagai serangga yang cantik dan damai, capung sebenarnya adalah predator yang sangat rakus, bahkan sejak mereka masih muda.
Capung memiliki tiga tahap kehidupan: telur, larva, dan dewasa. Capung betina bisa bertelur hingga ratusan butir, biasanya pada tanaman yang tumbuh dekat permukaan air, sementara beberapa spesies memilih untuk menyuntikkan telurnya langsung ke dasar sungai. Setelah menetas, capung memasuki fase larva atau nimfa yang bisa berlangsung sangat lama, bahkan lebih dari lima tahun, tergantung spesiesnya.
Adaptasi Unik pada Nimfa Capung
Nimfa capung memiliki adaptasi yang luar biasa, terutama dalam cara mereka berburu dan bergerak. Salah satu adaptasi paling unik adalah berasal dari bagian belakang tubuh mereka. Saat berburu, capung menyedot air melalui anus mereka. Air ini kemudian dipompakan keluar, meningkatkan tekanan di rektum dan memberikan dorongan yang memungkinkan capung menyerang mangsa dengan kecepatan tinggi. Proses ini berlangsung dalam waktu hanya 10 hingga 30 milidetik.
Sistem Pendorong Jet dan Pernapasan Unik

Selain sebagai senjata untuk menangkap mangsa, adaptasi ini juga berfungsi sebagai sistem pendorong jet. Air yang terperangkap dalam rongga rektal dapat dikeluarkan dengan tekanan tinggi, mendorong nimfa maju dengan kecepatan luar biasa. Menariknya, rongga rektal ini juga mengandung insang yang memungkinkan nimfa bernapas melalui pantatnya, suatu kemampuan yang diduga merupakan hasil evolusi dari ujung usus besar mereka.
Perubahan saat Dewasa
Setelah mencapai tahap dewasa, capung bernafas melalui spirakel—lubang dan tabung di sisi tubuh mereka. Sebelum sepenuhnya berkembang menjadi capung dewasa, mereka juga mengalami tahap instar, di mana mereka bisa menghirup udara secara bersamaan melalui spirakel dan insang rektal. Adaptasi unik ini membuat capung menjadi salah satu serangga yang paling menarik dalam dunia hewan. (net/ra)
Sumber: Kumparan