Mahakama.co.id – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas melalui video conference pada Selasa malam (12/11), meski sedang berada di Amerika Serikat. Rapat ini bertujuan untuk membahas penanganan bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Beberapa menteri dan kepala lembaga turut hadir untuk memastikan bantuan dapat disalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.
Beberapa pejabat penting yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, serta Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. Prabowo menekankan pentingnya memastikan bantuan sampai ke masyarakat yang terdampak bencana dengan segera. “Saya ingin memastikan semua bantuan dapat sampai dengan cepat ke masyarakat yang terdampak,” ujar Prabowo melalui akun media sosial X.
Gibran Rakabuming Raka Pimpin Koordinasi di BNPB
Di waktu yang sama, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin rapat koordinasi di kantor BNPB untuk membahas langkah-langkah penanggulangan bencana. Gibran menekankan pentingnya koordinasi antar pihak dan perencanaan matang untuk memastikan kehadiran pemerintah di masa darurat. Fokus utama adalah distribusi logistik dan penanganan kesehatan, dengan perhatian khusus pada kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia.
13 Ribu Pengungsi dan Proses Evakuasi Terus Berlanjut

Lebih dari 13 ribu warga telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara tim gabungan dari BNPB, Kementerian Sosial, TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus melakukan evakuasi serta upaya penyelamatan. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa koordinasi antara pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan penanganan bencana ini tepat sasaran. (net/ra)