Mahakama.co.id – Pada Selasa (12/11/2024), kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan terhadap dua kapal perang Amerika Serikat di Selat Bab al-Mandap. Serangan tersebut melibatkan delapan drone, lima rudal balistik antikapal, dan tiga rudal jelajah, seperti dilaporkan oleh AFP. Meski demikian, Pentagon memastikan bahwa serangan tersebut berhasil digagalkan tanpa menyebabkan kerusakan pada kapal atau korban di pihak AS.
Mayor Jenderal Pat Ryder, juru bicara Pentagon, menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut tidak mengalami kerusakan, dan tidak ada personel yang terluka dalam insiden ini. Houthi sebelumnya mengklaim bahwa USS Abraham Lincoln juga menjadi target serangan, namun Pentagon membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa kapal itu tidak diserang. Ryder menambahkan bahwa ia tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi kapal tersebut.
Serangan Balasan AS ke Fasilitas Senjata Houthi
Sebagai balasan atas serangan Houthi, AS melancarkan serangan udara ke fasilitas penyimpanan senjata milik Houthi yang diduga digunakan untuk menyerang kapal militer dan sipil AS serta internasional. Fasilitas-fasilitas tersebut diduga menyimpan berbagai senjata canggih yang didukung oleh Iran, seperti yang dijelaskan oleh Mayor Jenderal Ryder.
Tegangan di Jalur Pelayaran Strategis

Ketegangan di jalur pelayaran strategis seperti Laut Merah dan Teluk Aden semakin meningkat akibat serangan ini. AS menyebut aksi Houthi sebagai ancaman signifikan terhadap keamanan internasional, dan upaya untuk meredakan konflik ini tampaknya masih jauh dari selesai. (net/ra)