By admin
09.12.24

Kekuasaan Assad Resmi Berakhir Setelah Serangan Besar-Besaran Pemberontak di Suriah

Warga berkumpul dan mengibarkan bendera Suriah paska jatuhnya rezim Presiden Assad, di Umayyad Square, Damaskus, Suriah. (Foto: Ali Haj Suleiman/Getty Images)

Mahakama.co.id – Kekuasaan Presiden Bashar al-Assad di Suriah berakhir setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh pemberontak pada 27 November 2024. Serangan yang mengguncang stabilitas negara itu menewaskan lebih dari 900 orang, termasuk 138 warga sipil, 380 tentara Suriah dan sekutu, serta 392 pemberontak. Data terbaru dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menunjukkan bahwa korban terus bertambah sejak serangan dimulai, memperburuk ketegangan politik dan militer di negara tersebut.

Pada 8 Desember 2024, militer Suriah mengonfirmasi bahwa kekuasaan Bashar al-Assad akhirnya runtuh setelah 24 tahun berkuasa. Pengumuman ini menandai berakhirnya era pemerintahan yang penuh kontroversi, dengan kekacauan yang tak kunjung usai. Meskipun telah lama berusaha mempertahankan kekuasaan, serangan besar-besaran dari pemberontak berhasil menggulingkan rezim Assad, memperburuk situasi yang sudah terpuruk sejak dimulainya perang saudara.

Pemerintahan Transisi Siap Dibentuk

Di tengah ketidakpastian yang melanda negara, Perdana Menteri Mohammad Ghazi al-Jalali mengungkapkan kesiapan untuk bekerja sama dengan oposisi guna membentuk pemerintahan transisi. Dalam pernyataan video yang disampaikan pada 8 Desember, al-Jalali menyatakan bahwa pihaknya siap “mengulurkan tangan” untuk bekerja sama demi masa depan yang lebih stabil. Komitmennya untuk menjaga kelangsungan pemerintahan menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan besar yang dihadapi Suriah.

Titik Balik dalam Konflik Suriah

Salah seorang pemberontak berdiri di atas patung kepala Presiden Suriah, Presiden Bashar al-Assad. (Foto: AP Photo/Hussein Malla)

Langkah al-Jalali ini menjadi titik balik yang signifikan dalam perjalanan konflik yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade. Dengan berakhirnya kekuasaan Assad, Suriah kini membuka peluang baru untuk perubahan politik yang lebih inklusif. Keadaan yang semakin genting ini memberikan harapan akan terwujudnya perdamaian dan stabilitas di masa depan, dengan Suriah berusaha bangkit dari bayang-bayang rezim yang telah lama mengendalikan negara tersebut. (net/ra)

Trending