Mahakama.co.id – Kehadiran kapal intelijen Rusia, Yantar, menambah ketegangan di perairan Irlandia setelah kapal ini terdeteksi beroperasi dekat dengan jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan Irlandia, Inggris, dan Prancis. Kabel-kabel ini merupakan elemen penting dari infrastruktur komunikasi dan energi global, termasuk yang mendukung pusat data milik Google dan Microsoft di Eropa.
Selama berada di perairan Irlandia, Yantar diketahui mengoperasikan tiga pesawat nirawak, memperkuat dugaan bahwa kapal ini tengah melakukan pengawasan terhadap infrastruktur bawah laut. Meskipun secara resmi berstatus kapal penelitian oseanografi, Yantar sering kali terdeteksi mendekati lokasi-lokasi strategis yang berkaitan dengan kabel dan pipa bawah laut penting.
Tanggapan Keamanan dari Irlandia dan Eropa
Insiden ini memicu peringatan dari pakar keamanan, Edward Burkem dari University College Dublin, yang menyarankan agar Irlandia meningkatkan kemampuan angkatan lautnya dan memperkuat kemitraan keamanan maritim dengan Eropa. Burkem menyebutkan bahwa langkah-langkah Rusia ini adalah bagian dari upaya untuk menguji pertahanan Eropa Barat.
Operasi Multinasional Menanggapi Ancaman

Sebelum memasuki ZEE Irlandia, Yantar berlayar bersama dua kapal perang Rusia, Admiral Golovko dan Vyazma, yang melintasi Selat Inggris. Setelah itu, angkatan laut Norwegia, Inggris, Prancis, dan AS terlibat dalam operasi multinasional untuk mengawasi pergerakan kapal Rusia. Yantar mengaktifkan transponder identifikasinya beberapa kali sebelum akhirnya keluar dari ZEE Irlandia pada pagi hari Jumat.
Aktivitas Pengumpulan Data Intelijen
Para analis intelijen berpendapat bahwa tujuan Yantar lebih kepada pensinyalan strategis dan pengumpulan data intelijen, bukan sebagai ancaman langsung terhadap infrastruktur vital. Meskipun demikian, keberadaan kapal ini menambah kekhawatiran terhadap potensi ancaman yang dapat merusak infrastruktur bawah laut yang mendukung komunikasi global. (net/ra)